Atasi Angka Wasting dan Cegah Stunting, Bappenas Perkuat Sinergi Lintas Sektor

Kementerian PPN/Bappenas bersama UNICEF menyelenggarakan Pertemuan Koordinasi Lintas Sektor bertajuk “Penguatan Pelaksanaan Global Action Plan on Child Wasting melalui Kerja Sama Lintas Sektor”, Selasa (15/4). Kegiatan ini menjadi forum penting untuk memperkuat komitmen berbagai pemangku kepentingan dalam pencegahan dan penanganan wasting dan mendukung pencapaian target nasional penurunan stunting. Pertemuan dibuka Direktur Kesehatan dan Gizi Masyarakat Bappenas Diah Lenggogeni menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam upaya perbaikan gizi anak, terutama wasting dan stunting yang memiliki risiko dan dampak jangka panjang yang saling terkait.

Wasting dan stunting memiliki faktor risiko yang sama. Ketika seorang anak mengalami wasting, maka risiko anak untuk mengalami stunting pun meningkat. Stunting merupakan dampak dari kekurangan gizi kronis, jangka waktu panjang, dan dampaknya irreversible, tidak dapat disembuhkan. Sementara dengan mendeteksi wasting, masalah kekurangan gizi dapat dikenali lebih cepat melalui indikator berat badan anak. Sehingga, upaya untuk mencegah dan menangani wasting menjadi salah satu strategi yang perlu dikuatkan ke depan sebagai bagian dari pencegahan dan penurunan stunting,” ujar Direktur Lenggo.

Pertemuan ini menjadi ruang strategis untuk menyelaraskan pelaksanaan Operational Roadmap Global Action Plan (GAP) on Child Wasting dengan RPJMN 2025–2029, serta rancangan Perpres tentang Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting. Dalam sesi diskusi panel, para narasumber dari kementerian/lembaga, OMS, akademisi, swasta, dan mitra pembangunan mengelaborasi strategi nasional dalam tata laksana gizi buruk, peran daerah, penguatan kader posyandu, integrasi data, dan bantuan sosial keluarga rentan.

Kementerian PPN/Bappenas bersama UNICEF dan lima badan PBB lainnya telah menyusun “Operational Roadmap GAP on Child Wasting” yang menjadi panduan pelaksanaan intervensi multisektor untuk menekan wasting di Indonesia. Sejak roadmap ini diluncurkan pada 2021, Indonesia menunjukkan komitmen kuat dalam upaya perbaikan gizi anak, yang juga terdapat pada RPJMN 2020-2024 dan dilanjutkan di periode RPJMN 2025-2029.

Forum ini diharapkan menghasilkan rekomendasi untuk memperkuat tata kelola wasting, termasuk pembaruan data, penyelarasan pendanaan, dan penguatan koordinasi lintas sektor. “Masukan Ibu/Bapak akan menjadi bagian penting penyusunan narasi kebijakan dan referensi kegiatan prioritas ke depan. Saran terhadap indikator pembangunan kesehatan dan gizi pun akan kami catat sebagai rekomendasi untuk memperkuat implementasi program demi mewujudkan Visi Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.