Dorong Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan, Bappenas Jalin Kolaborasi Lintas Kementerian dan Mitra Pembangunan
Berita Utama - Kamis, 13 Maret 2025
Kementerian PPN/Bappenas melalui kolaborasi lintas kementerian dan mitra pembangunan menyelenggarakan Forum Nasional Diseminasi Hasil Integrated Tourism Development Project (ITDP) 2018-2024. Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menegaskan keberhasilan ITDP tidak lepas dari sinergi berbagai pihak, termasuk kementerian/lembaga/daerah, serta mitra pembangunan seperti Bank Dunia dan Pemerintah Swiss melalui State Secretariat for Economic Development (SECO). “Kami mengapresiasi kerja sama erat Kementerian Pariwisata, Kementerian Pekerjaan Umum, serta Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM dalam menyukseskan ITDP. Program ini contoh nyata bagaimana koordinasi lintas sektor dapat menghasilkan dampak signifikan bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” ungkap Menteri Rachmat Pambudy, Kamis (13/3).
Senada pemaparan Menteri Rachmat Pambudy tentang pertumbuhan ekonomi, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan pariwisata merupakan sektor low hanging fruit yang dapat membantu Indonesia mencapai pertumbuhan 8 persen. Menteri Pariwisata Widianti Putri Wardhana juga menyoroti pentingnya pembangunan pariwisata yang tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga peningkatan kualitas SDM dan investasi. Terkait infrastruktur, Wakil Menteri PUPR Diana Kusumastuti menyampaikan telah meningkatkan kualitas jalan dan akses layanan dasar pariwisata, serta merencanakan Integrated Tourism Master Plans untuk enam destinasi pariwisata prioritas melalui ITDP. Ke depan, koordinasi yang lebih efektif perlu dibangun antara pemangku kepentingan, termasuk peran daerah dalam mengelola infrastruktur yang telah dibangun.
Country Director Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor Leste Carolyn Turk mengutarakan keberhasilan pelaksanaan ITDP ini tidak akan berhasil tanpa kontribusi dan komitmen semua stakeholders terkait. Bank Dunia berkomitmen untuk terus mendukung Indonesia dalam mencapai pembangunan pariwisata berkelanjutan, inklusif, dan berketahanan. Duta Besar Swiss untuk Indonesia, Timor-Leste, dan ASEAN Olivier Zehnder juga menyampaikan pengalaman dari negaranya, pariwisata merupakan sektor yang berdampak positif bagi peningkatan lapangan kerja dan kesejahteraan masyarakat, sehingga berkomitmen mendukung kelanjutan proyek.
Lebih lanjut, Menteri Rachmat Pambudy menegaskan pariwisata menjadi salah satu sektor prioritas dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan pembangunan berkelanjutan, sebagaimana tertuang dalam Asta Cita 3, 4, dan 8. Pemerintah Indonesia juga menargetkan kontribusi sektor pariwisata terhadap PDB mencapai 8 persen pada 2045 melalui strategi peningkatan daya saing, pembangunan infrastruktur, serta penguatan SDM dan investasi.
Kolaborasi melalui ITDP telah mencatat sejumlah pencapaian penting, termasuk pengembangan enam destinasi pariwisata prioritas—Mandalika, Borobudur, Labuan Bajo, Danau Toba, Bromo-Tengger-Semeru, dan Wakatobi—melalui peningkatan infrastruktur, pengelolaan lingkungan, serta penguatan kapasitas masyarakat lokal. Program ini juga berdampak pada pertumbuhan ekonomi regional dengan kontribusi mencapai Rp115 triliun dari investasi pemerintah, daerah, BUMN, dan swasta. Kolaborasi menjadi kunci dalam pengembangan sektor pariwisata Indonesia ke depan. “Pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan harus terus kita wujudkan dengan strategi yang inklusif, berbasis inovasi, serta didukung oleh kebijakan yang tepat. Kolaborasi adalah kunci untuk menjadikan Indonesia sebagai destinasi unggulan dunia menuju Indonesia Emas 2045,” tutup Menteri Rachmat Pambudy.