Bertemu DEN dan BGN, Menteri Rachmat Pambudy Bahas Strategi Capai Pertumbuhan Inklusif dan Berkelanjutan
Berita Utama - Selasa, 11 Maret 2025
Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menegaskan pembangunan ekonomi Indonesia ke depan harus berbasis data yang akurat serta didukung penguatan sektor strategis, seperti pertanian dan industri berbasis sumber daya domestik. Menteri Rachmat Pambudy menekankan pentingnya perencanaan berbasis data tunggal sosial ekonomi nasional agar kebijakan pembangunan lebih terarah dan berdampak luas. “Presiden RI Prabowo memberikan arahan agar penggunaan data tunggal sosial ekonomi nasional menjadi dasar dalam setiap kebijakan pembangunan. Ini memastikan perencanaan ekonomi kita lebih tepat sasaran dan mampu menjawab tantangan utama yang dihadapi masyarakat,” papar Menteri Rachmat Pambudy, Selasa (11/3), dalam pertemuan dengan Ketua DEN Luhut Binsar Panjaitan yang juga dihadiri Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hidayana.
Sebagai institusi perencanaan pembangunan, Kementerian PPN/Bappenas bertanggung jawab menyusun kebijakan berbasis data yang terintegrasi dengan BPS serta memastikan tata kelola data yang lebih akurat dan efisien. Pengelolaan data ini juga harus sejalan dengan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP) Tahun 2022 agar tetap menjamin keamanan informasi publik. Dalam konteks pembangunan ekonomi, Menteri Rachmat Pambudy menyoroti sektor pertanian sebagai pilar penting menanggulangi kemiskinan dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif. Sejak tahun 1970-an, kebijakan pertanian telah berhasil menurunkan tingkat kemiskinan secara signifikan. Untuk itu, kita harus memastikan sektor ini tetap menjadi prioritas dengan meningkatkan produktivitas.
Ada lima faktor utama yang harus diperkuat untuk meningkatkan daya saing sektor pertanian, yaitu benih berkualitas, sistem irigasi yang baik, penggunaan pupuk yang tepat, penerapan teknologi modern, dan sistem logistik yang efisien. Pembangunan ekonomi tidak bisa hanya bergantung pada sektor industri dan jasa. Kita perlu membangun kekuatan dari sektor yang berbasis sumber daya domestik, seperti pertanian dan manufaktur berbasis bahan baku lokal. Dengan strategi ini, kita dapat mencapai pertumbuhan yang lebih stabil, berkelanjutan, dan inklusif. Dalam pertemuan ini Kepala BGN Dadan Hidayana, menyampaikan kontribusi program Makan Bergizi Gratis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi melalui pemanfaatan berbagai hasil sektor industri domestik. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas SDM, mendorong produktivitas, serta memperkuat daya saing nasional.
Menteri Rachmat Pambudy mengajak seluruh pemangku kepentingan terutama DEN dan BGN untuk berkolaborasi mewujudkan pembangunan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan. “Melalui kebijakan yang berbasis data dan penguatan sektor strategis, kita dapat memastikan pertumbuhan ekonomi yang lebih berkualitas. Oleh karena itu, kami berharap adanya dukungan, masukan, agar target pertumbuhan ekonomi yang telah ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2025-2029 dapat tercapai,” pungkas Menteri Rachmat Pambudy.