Bappenas Dorong Perguruan Tinggi jadi Kompas Pembangunan dan Inovasi Indonesia Dukung Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Berita Utama - Sabtu, 12 Juli 2025
Dalam kunjungan kerjanya ke Kota Surabaya pada 12–13 Juli, Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, mengajak perguruan tinggi untuk kembali menjadi kompas pembangunan nasional. Dalam audiensi bersama jajaran Universitas Airlangga (Unair); dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dan Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) pada kesempatan terpisah, Menteri Rachmat Pambudy menegaskan bahwa kampus bukan sekadar pusat pembelajaran, melainkan penunjuk arah yang strategis bagi masa depan Indonesia.
Menurut Menteri Rachmat Pambudy, Indonesia tidak bisa hanya meniru jalur pembangunan negara lain. Dalam situasi global yang kian kompleks, bangsa ini perlu menempuh jalannya sendiri, termasuk dalam hal penguatan data, riset strategis, dan penetapan arah kebijakan pembangunan. Ia mengapresiasi kontribusi Universitas Airlangga terhadap agenda Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/Sustainable Development Goals (TPB/SDGs), serta potensi kampus tersebut sebagai mitra Kementerian PPN/Bappenas dalam penguatan data dan kajian kebijakan. Menteri Rachmat Pambudy juga menekankan pentingnya eksplorasi riset lokal yang relevan bagi kebutuhan nasional, seperti nutrisi hewan tropis, umbi-umbian, dan ikan lele, komoditas yang mungkin diabaikan negara maju, tetapi justru strategis untuk Indonesia.
Pada hari berikutnya, Menteri Rachmat Pambudy menggelar pertemuan dengan ITS dan UNUSA untuk membahas inovasi dari sivitas akademika. ITS menampilkan Lampu Nusantara, sebuah teknologi pencahayaan menyerupai cahaya matahari yang dapat mempercepat pertumbuhan tanaman sekaligus menarik ikan, mendukung sektor pertanian dan perikanan. Sementara UNUSA menghadirkan solusi konkret melalui mesin penyaring air bersih dan alat pengolah sampah skala komunitas yang menjadi bagian dari program One Month One Pesantren, sebuah inisiatif untuk memperluas akses air bersih di kalangan pesantren.
Lebih jauh, Menteri Rachmat Pambudy juga mendorong UNUSA untuk mengambil peran dalam mempercepat sertifikasi halal, agar riset tidak berhenti di laboratorium, melainkan menjadi solusi nyata yang bisa dimanfaatkan masyarakat dan mendukung pembangunan berkelanjutan. Semua inovasi ini dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru. Kementerian PPN/Bappenas pun berkomitmen mendorong sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah, mulai dari aspek riset, pembiayaan, hingga implementasi di lapangan.
“Saya berharap kampus-kampus seperti ITS dan UNUSA terus menjadi bagian dari kerja besar ini, mendukung Asta Cita dan program-program prioritas pemerintah, demi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang inklusif, dan berkelanjutan,” pungkas Menteri Rachmat Pambudy.