Bappenas Tegaskan Komitmen Dukung Pengembangan UMKM melalui Kolaborasi SAPA UMKM dan Program Kartu Usaha
Berita Utama - Senin, 04 Agustus 2025
Dalam pertemuan dengan Menteri dan Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman dan Helvi Yuni Moraza, Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menegaskan pentingnya SAPA UMKM dan Program Kartu Usaha sebagai langkah konkret memperkuat ekosistem pemberdayaan pelaku usaha kecil dan menengah di Indonesia. “Kami menyambut baik inisiatif penguatan data dan layanan UMKM melalui SAPA UMKM. Kolaborasi ini menjadi fondasi penting dalam menyatukan berbagai program lintas K/L, agar lebih tepat sasaran dan berkelanjutan,” jelas Menteri Rachmat Pambudy pada Senin (4/8).
Sebagai bagian Proyek Strategis Nasional, Kartu Usaha terbagi ke dalam dua skema, yaitu Kartu Usaha Afirmatif (KUA) dan Kartu Usaha Produktif (KUP). KUA menyasar 40 persen masyarakat termiskin, fokus pada pelatihan keterampilan kerja, pendampingan berkelanjutan, serta pemberdayaan usaha mikro agar dapat mandiri dan lepas dari ketergantungan bantuan sosial. Sementara, KUP ditujukan bagi kelas menengah dan aspiring middle class yang berpotensi tumbuh, fokus pada peningkatan daya saing, akses pembiayaan, serta penguatan jejaring kewirausahaan.
Untuk mendukung implementasi program secara optimal, disiapkan empat pilar tata kelola utama: standardisasi lintas K/L, sistem informasi terintegrasi melalui SAPA UMKM, koordinasi eksekusi melalui Project Management Officer, serta regulasi kewirausahaan yang terpadu dan adaptif. SAPA UMKM juga akan terhubung dengan Sistem Informasi Data Tunggal UMKM dan berbagai layanan digital lain seperti Online Single Submission, sertifikasi halal, dan program pemberdayaan lainnya.
Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kontribusi UMKM terhadap PDB, tetapi juga menciptakan lapangan kerja berkualitas, mempercepat transformasi ekonomi digital, serta mewujudkan pertumbuhan ekonomi inklusif dan berkelanjutan. “Fungsi perencanaan nasional harus memastikan kebijakan pemberdayaan UMKM tidak berjalan sendiri-sendiri. Karena itu, kami di Bappenas mendorong satu sistem data, satu platform, dan satu ekosistem untuk mendukung UMKM naik kelas secara terstruktur dan inklusif, dan memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi berkelanjutan,” pungkas Menteri Rachmat Pambudy.