Bappenas: Kepemimpinan dan Keteladanan sebagai Modal Generasi Muda, Dukung Pembangunan Nasional

Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menegaskan bahwa kepemimpinan yang berintegritas, semangat memperjuangkan cita-cita bangsa, dan kepedulian terhadap persoalan masyarakat menjadi fondasi penting bagi generasi muda dalam mendukung pembangunan nasional. Hal tersebut disampaikan saat menerima audiensi Pengurus Pusat Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) yang dipimpin Ketua Umum Wayan Ardhi Adyana di Kantor Bappenas, Jakarta, Selasa (23/6).

Menurut Menteri Rachmat Pambudy, organisasi kemahasiswaan memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan kepemimpinan generasi muda. Oleh karena itu, mahasiswa tidak hanya dituntut unggul secara akademik, tetapi juga harus aktif mengembangkan kapasitas kepemimpinan dan pengabdian kepada masyarakat.

“Yang kita harapkan dari kalian adalah meneruskan cita-cita para pendiri bangsa. Kalau semangat itu tidak ada, maka selesai. Mahasiswa tidak selamanya hanya belajar dari buku. Mahasiswa juga harus aktif dalam organisasi, menjadi pemimpin bagi sesama mahasiswa, dan menunjukkan keteladanan. Pemimpin adalah mereka yang memimpin dengan memberi contoh. Kalau tidak bisa memberikan keteladanan, dia bukan pemimpin,” ujar Menteri Rachmat Pambudy.

Menteri Rachmat Pambudy menekankan bahwa pembangunan harus berorientasi pada penyelesaian berbagai persoalan mendasar yang masih dihadapi bangsa, seperti kemiskinan, kesenjangan, ketidakadilan, dan terbatasnya kesempatan kerja. Upaya tersebut dilaksanakan dengan pemerintah sebagai penggerak utama dan didukung oleh masyarakat dan generasi muda.

“Pembangunan harus inklusif. Tidak boleh ada satu pun yang tertinggal atau no one left behind. Kelompok-kelompok kecil juga harus mendapat perhatian yang sama. Prinsip ini tidak boleh hanya menjadi slogan, tetapi harus diwujudkan dalam kerja nyata dan kebijakan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ungkap Menteri Rachmat Pambudy.

Pada kesempatan tersebut, Wayan memaparkan berbagai program organisasi yang berfokus pada kaderisasi, penguatan kapasitas mahasiswa Hindu, pengembangan talenta, pendidikan, kegiatan sosial, serta pemberdayaan masyarakat. Wayan juga menyampaikan sejumlah program strategis yang tengah dijalankan, antara lain pengembangan pusat kegiatan KMHDI, program pendidikan dan beasiswa, penguatan kerja sama dengan perguruan tinggi keagamaan Hindu, serta pengembangan desa binaan sebagai ruang implementasi pengabdian masyarakat bagi para kader.

Audiensi tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan organisasi kemahasiswaan dalam mendorong pembangunan manusia Indonesia yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing, sekaligus mendukung terwujudnya pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.