Bappenas Dorong Pengembangan Industri Pisang Nasional Melalui Pengembangan Inovasi dan Riset

Wakil Menteri PPN/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard bersama Menteri Pertanian Periode 2000–2004 Bungaran Saragih dan Peneliti Pusat Riset Rekayasa Genetika Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Enny Sudarmonowati membahas potensi kerja sama Pemerintah Indonesia dengan Bill & Melinda Gates Foundation dalam mendukung pengembangan industri pisang nasional di Jakarta, Jumat (19/9). “Mengenai pisang, salah satu problem utama yang kita hadapi adalah penyakit, kemudian produktivitas yang rendah, serta keterbatasan pascapanen. Kami sangat mendukung upaya riset dan pengembangan pisang nasional agar dapat memberikan manfaat bagi petani dan masyarakat luas,” ujar Wamen Febrian.

Pisang telah menjadi bagian penting dari budaya pangan Indonesia sejak lebih dari 3.000 tahun lalu, bahkan menjadi asal dari banyak varietas yang kini menyebar ke berbagai negara. Beberapa varietas pisang yang populer di Indonesia, antara lain Pisang Ambon, Pisang Raja, Pisang Kepok, Pisang Barangan, dan Pisang Cavendish. Untuk itu, pemerintah berkomitmen untuk melindungi keragaman genetik pisang Indonesia agar tetap lestari sekaligus mengembangkannya sebagai komoditas strategis yang berkontribusi pada ketahanan pangan dan gizi nasional.

Sebagai langkah strategis ke depan, pemerintah bersama Gates Foundation akan menginisiasi pembentukan South East Asia Center for Banana Research yang akan berperan sebagai pusat riset, inovasi, dan diseminasi teknologi. Pusat riset ini juga akan menjadi wadah pelatihan dan penguatan kapasitas petani, sekaligus penyedia informasi pasar serta rantai pasok guna memperluas akses produsen domestik ke tingkat nasional maupun internasional.

Kolaborasi ini mencakup penguatan riset dan inovasi, antara lain modernisasi sistem budidaya, penyediaan benih dan pupuk berkualitas, peningkatan ketahanan terhadap penyakit seperti Fusarium wilt TR4, serta pengembangan varietas unggul. Selain itu, program ini akan mendorong peningkatan daya tawar petani melalui kemitraan dengan sektor swasta, penguatan kapasitas petani, serta pengembangan agrowisata sebagai bentuk diversifikasi manfaat ekonomi pisang. Keberhasilan inisiatif ini bergantung pada kolaborasi erat pemerintah, lembaga riset, swasta, dan mitra internasional untuk menjadikan South East Asia Center for Banana Research sebagai fondasi pengembangan industri pisang Indonesia yang berkelanjutan dan berdaya saing.