Bappenas dan BPJPH Perkuat Kolaborasi Maksimalkan Ekosistem Produk Halal
Berita Utama - Selasa, 21 Januari 2025
Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menegaskan pentingnya penguatan ekosistem produk halal di Indonesia dalam pertemuan dengan Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal Haikal Hassan. “Indonesia memiliki posisi strategis dalam ekosistem halal global, terbukti dari skor The Global Islamic Economy Indikator 2023 yang naik menjadi 80,1, menempatkan kita di peringkat tiga dunia,” ungkap Menteri Rachmat Pambudy, Selasa (21/1).
Komitmen Indonesia pada pengembangan produk halal didukung implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Bidang Jaminan Produk Halal (JPH). Peraturan ini mengatur sertifikasi halal wajib untuk semua produk yang beredar di Indonesia, penyederhanaan proses sertifikasi melalui self-declare, serta pengajuan sertifikasi gratis bagi usaha mikro dan kecil. Kinerja BPJPH juga terus menunjukkan peningkatan signifikan. Hingga 18 Januari 2025, telah diterbitkan 93.661 sertifikat halal (SH) reguler dan 2.012.710 SH kategori self-declare. Total produk bersertifikat halal mencapai 5.815.583, dengan mayoritas berasal dari kategori self-declare atau 61,36% persen. Jawa Barat menjadi provinsi dengan jumlah produk bersertifikat halal terbanyak melalui skema reguler, yaitu 410.963 produk.
Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029, transformasi penyelenggaraan JPH menjadi prioritas. Menteri Rachmat Pambudy menekankan RPJMN 2025-2029 telah merencanakan tiga fokus utama untuk pengembangan produk halal yaitu meningkatkan literasi produk halal, memperbaiki kualitas layanan, dan memperkuat kolaborasi dalam penjaminan produk halal. Pengembangan Halal Research Center di perguruan tinggi juga telah masuk perencanaan untuk didorong melalui anggaran Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri Penelitian untuk mendukung inovasi berbasis keunggulan lokal.
Sebaran produk halal yang terus meningkat, didukung 33 laboratorium LPH milik sendiri di 16 provinsi, menunjukkan komitmen nyata dalam menjadikan Indonesia sebagai pusat ekonomi halal dunia, “Saya berharap kolaborasi antara BPJPH dan Bappenas akan menjadi langkah strategis mendorong pertumbuhan ekonomi halal yang berdaya saing secara global dan inklusif,” pungkas Menteri Rachmat Pambudy.