Perkuat Peran Daerah Penyangga IKN, Bappenas Dukung Penyusunan Masterplan Kabupaten PPU
Berita Pembangunan - Kamis, 24 Juli 2025
Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menerima audiensi Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Mudyat Noor dan Wakil Bupati Abdul Waris Muin di Gedung Bappenas, Jakarta, Kamis (24/7). Pertemuan ini langkah awal membangun sinergi pemerintah pusat dan daerah, sekaligus menyelaraskan arah pembangunan Kabupaten PPU sebagai daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) yang menghadapi peluang sekaligus tantangan besar. Salah satu tantangan utama adalah keterbatasan tenaga kerja lokal yang belum sepenuhnya didukung SDM terampil, berkualitas, dan memiliki kompetensi sesuai kebutuhan transformasi wilayah.
“Keberhasilan pembangunan nasional sangat bergantung pada kualitas perencanaan dan pelaksanaannya di daerah. Dengan potensi lahan yang besar, Kabupaten PPU memiliki peluang strategis yang perlu kita kelola bersama,” ujar Menteri Rachmat. Lebih lanjut, Menteri Rachmat menegaskan penetapan suatu wilayah sebagai Proyek Strategis Nasional harus didasarkan pada indikator yang jelas dan terukur. “Kita ingin setiap keputusan didasarkan pada kriteria yang terukur dan tidak menimbulkan perdebatan. Harus ada ukuran yang objektif sebagai dasar penetapan,” tambahnya.
Kabupaten PPU dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2002 sebagai hasil pemekaran dari Kabupaten Paser, sebelumnya memiliki luas wilayah 333.306 hektare. Kini, wilayah PPU berkurang menjadi 243.292,61 hektare karena sebagian wilayah, khususnya Kecamatan Sepaku masuk dalam kawasan administrasi IKN. Saat ini, Kabupaten PPU terdiri atas 4 kecamatan, 24 kelurahan, dan 30 desa.
Ke depan, Kementerian PPN/Bappenas akan mendukung penyusunan Masterplan Kawasan Kabupaten PPU, dengan fokus kota pintar, ekonomi hijau berbasis potensi lokal, pariwisata pendukung IKN, serta penguatan SDM dan infrastruktur dasar. “Kami sudah mencatat beberapa hal yang bisa segera ditindaklanjuti. Kita akan bekerja bersama, karena tidak bisa bertepuk sebelah tangan. It takes two to tango,” tutup Menteri Rachmat. Melalui perencanaan yang terarah dan kolaboratif, Kabupaten PPU diharapkan dapat berkembang menjadi kawasan strategis yang mendukung pertumbuhan IKN sekaligus membawa manfaat nyata bagi masyarakat lokal.