Indonesia-Australia Perkuat Kerja Sama Riset dan Inovasi Melalui Hibah Koneksi

JAKARTA – Setelah melalui proses pembahasan sejak Agustus 2022, Kementerian PPN/Bappenas bersama Department of Foreign Affairs and Trade Australia menandatangani naskah kerja sama hibah (subsidiary arrangement) dalam rangka Kolaborasi Riset, Ilmu Pengetahuan, dan Inovasi Australia dan Indonesia (KONEKSI). Penandatanganan dilakukan Sekretaris Kementerian PPN/Sekretaris Utama Bappenas Taufik Hanafi bersama Minister-Counsellor for Governance and Human Development Kedutaan Besar Australia Kirsten Bishop. KONEKSI merupakan hibah Pemerintah Australia dengan nilai komitmen mencapai AUD 50 juta, yang akan dilaksanakan selama lima tahun, yakni 2023-2027.

KONEKSI mendukung perencanaan pembangunan yang dirancang berbasiskan ilmu pengetahuan dan bukti, sebagai bentuk tanggung jawab dan akuntabilitas pemerintah kepada publik. “KONEKSI hadir di timing yang tepat, yaitu saat Kementerian PPN/Bappenas sedang mempersiapkan beragam dokumen perencanaan nasional, seperti Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional, dan Rencana Kerja Pemerintah,” jelas Sesmen Taufik.

Plt. Deputi Bidang Pembangunan Manusia, Masyarakat, dan Kebudayaan Kementerian PPN/Bappenas Subandi menambahkan bahwa kerja sama KONEKSI ini merupakan bagian dari upaya percepatan pembangunan sektor riset dan inovasi di Indonesia, melalui kolaborasi multipihak antara individu atau organisasi di Indonesia dan di Australia. Untuk membangun kepemilikan bersama pemangku kepentingan, konsultasi ke berbagai kementerian/lembaga terkait dilakukan dalam rangka penyiapan hibah KONEKSI.

KONEKSI akan berfokus pada upaya penguatan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk formulasi kebijakan pembangunan dan untuk aplikasi penciptaan inovasi teknologi. Untuk itu, KONEKSI dimotori tiga kementerian/lembaga pelaksana utama, yaitu Kementerian PPN/Bappenas, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek, dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Plt. Sekretaris BRIN Rr Nur Tri Aries Suestiningtyas menilai kehadiran KONEKSI sangat penting untuk mendukung program riset dan inovasi di BRIN. Hal senada disampaikan Plt. Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Kemendikbudristek Nizam bahwa lebih dari tiga ribu perguruan tinggi dan 290 ribu dosen di bawah Kemendikbudristek siap untuk berkolaborasi bersama dalam KONEKSI.


Komentar (0)

Tinggalkan Komentar