Bappenas Gelar Kick Off Meeting Musrenbangnas 2026, Pastikan Keselarasan Pembangunan Pusat dan Daerah
Berita Utama - Selasa, 28 April 2026
Kementerian PPN/Bappenas mengawali proses penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2027 sebagai acuan bagi kementerian/lembaga/daerah dalam menyusun program pembangunan, sekaligus menjadi dasar penyusunan RAPBN Tahun 2027. Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menegaskan bahwa pembangunan harus bertumpu pada perencanaan dan penganggaran yang sistematis, terukur, dan terintegrasi.
“Dalam pembangunan, pertumbuhan ekonomi bukanlah tujuan akhir, namun merupakan alat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, pertumbuhan harus inklusif, dan berkelanjutan,” jelas Menteri Rachmat Pambudy saat membuka Kick Off Meeting Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) Tahun 2026 secara daring, Selasa (28/4).
RKP Tahun 2027 mengusung tema “Akselerasi Pertumbuhan Berkualitas melalui Produktivitas, Investasi, dan Industri”. Sebagai forum perencanaan pembangunan nasional yang mempertemukan pemerintah pusat dan daerah, Musrenbangnas Tahun 2026 memiliki tiga peran strategis. Pertama, sebagai forum untuk menyepakati arah kebijakan, sasaran, prioritas, dan fokus pembangunan tahun 2027 sebagai acuan bersama dalam penajaman dokumen perencanaan di tingkat pusat dan daerah.
Kedua, memastikan agenda prioritas Presiden dan kebijakan pembangunan nasional dapat diterjemahkan secara selaras ke dalam program, kegiatan, dan intervensi pembangunan daerah dengan dukungan komitmen kuat dari seluruh pemangku kepentingan. Ketiga, memperkuat sinergi pusat dan daerah dalam pelaksanaan pembangunan, baik dari sisi substansi, lokus prioritas, maupun dukungan pendanaan, sehingga target pembangunan tahun 2027 dapat dicapai secara lebih efektif, terpadu, dan tepat sasaran.
Pemerintah menetapkan tahun 2027 sebagai fase akselerasi pertumbuhan, dengan target pertumbuhan ekonomi pada kisaran 6,3–7,5 persen sebagai jembatan menuju pertumbuhan ekonomi 8 persen di 2029. Untuk mencapai target tersebut, prioritas RKP 2027 difokuskan pada tiga subtema utama, yaitu produktivitas, investasi, dan industri sebagai penggerak pertumbuhan berkualitas.
Lebih lanjut, Deputi Bidang Pembangunan Kewilayahan Kementerian PPN/Bappenas Medrilzam mengungkapkan bahwa seluruh pihak diharapkan dapat menajamkan lokus prioritas dengan menentukan lokasi dan jenis intervensi secara tepat. Deputi Medrilzam mengimbuhkan, mulai tahun ini, perencanaan dilakukan secara lebih rinci karena data yang terperinci akan menentukan kejelasan proses ke depan.
Menteri Rachmat Pambudy menyampaikan harapannya agar langkah bersama ini dapat meneguhkan tekad untuk bersatu padu membangun Indonesia Emas yang lebih berdaulat, maju, dan berkelanjutan. “Agar semua yang direncanakan berjalan dengan baik, diperlukan sinergi pusat-daerah. Maka, Musrenbangnas Tahun 2026 menjadi forum yang strategis untuk memperkuat sinergi antarsektor, serta sinergi pusat dan daerah dalam perencanaan dan penganggaran,” tutup Menteri Rachmat Pambudy.