Bappenas-BKPM Targetkan Investasi Swasta untuk Prioritas Pembangunan

JAKARTA – Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa dan Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia menandatangani Nota Kesepahaman tentang Kerja Sama untuk Mendorong Investasi dalam rangka Mendukung Prioritas Pembangunan Nasional, Kamis (31/3). Untuk mengembalikan trajectory ekonomi dalam Visi Indonesia 2045, yaitu target pertumbuhan ekonomi 5,3-5,9 persen dan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) 6,4-7,9 persen, maka diperlukan investasi Rp 6.300-6.500-an triliun, di mana kontribusi swasta dan masyarakat diharapkan mencapai 82,2-83,6 persen atau sekitar Rp 5.400-an triliun di 2023.

“Nota kesepahaman ini menjadi landasan bagi Kementerian PPN/Bappenas dan Kementerian Investasi/BKPM dalam meningkatkan sinergi ke depan, bersama-sama mendorong agar investasi lebih berkualitas sehingga dapat meningkatkan produktivitas perekonomian serta memberikan ruang yang lebih luas bagi investasi yang inklusif dan berkelanjutan,” jelas Menteri Suharso. Tahun depan, untuk pertama kalinya, Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2023 akan mengintegrasikan rencana investasi prioritas swasta ke dalam rencana pembangunan nasional.

Menteri Investasi menyampaikan penandatanganan Nota Kesepahaman ini merupakan momentum yang tepat untuk meningkatkan sinergi dengan Kementerian PPN/Bappenas, utamanya dalam delapan aspek. Pertama, pertukaran data dan informasi khususnya terkait investasi. Kedua, penyusunan peta peluang investasi. Ketiga, koordinasi dan konsultasi dalam rangka penyusunan investasi prioritas dalam mendukung pertumbuhan ekonomi. Keempat, mendorong pengembangan investasi berkelanjutan. Kelima, penyelarasan dan pelaksanaan kegiatan promosi investasi bersama. Keenam, mendorong kemudahan berusaha, perizinan investasi, serta pemberian fasilitas khusus dalam investasi pembangunan dan pengembangan Ibu Kota Nusantara. Ketujuh, fasilitasi pelaksanaan percepatan realisasi investasi termasuk penyelesaian hambatan berusaha pada proyek investasi prioritas. Kedelapan, koordinasi pelaksanaan kerja sama internasional dalam rangka percepatan kegiatan investasi.

”Salah satu poin yang disepakati adalah pertukaran data, khususnya terkait dengan investasi, kemudian kolaborasi investasi di sektor strategis, khususnya hilirisasi. Selanjutnya, bagaimana kita mendorong untuk meningkatkan investasi kita di sektor manufaktur sebagai salah satu syarat untuk kita keluar dari negara berpendapatan menengah,” ujar Menteri Bahlil. Salah satu syarat mewujudkan investasi yang berkualitas adalah dengan mendorong investasi di sektor manufaktur terutama hilirisasi dan meningkatkan keahlian tenaga kerja, sehingga dapat menciptakan lebih banyak lapangan kerja yang layak. Sepanjang 2021, realisasi investasi mencapai Rp 901,0 triliun atau tumbuh 9 persen dibandingkan 2020. Berdasarkan distribusinya, realisasi investasi di luar Jawa berkontribusi 52 persen lebih besar dibandingkan kontribusi pada 2019 dan 2020 yang secara berturut-turut sebesar 46,3 persen dan 50,5 persen.

Peningkatan realisasi investasi, selain didorong secara kuantitas, juga ditingkatkan secara kualitas agar lebih inklusif dan berkelanjutan. Realisasi investasi tahun ini ditargetkan mencapai Rp 1.200 triliun. Capaian dan target tersebut merupakan investasi di sektor riil, tidak termasuk sektor hulu migas dan jasa perbankan. Angka ini merupakan bagian dari PMTB yang ditargetkan pemerintah sebesar Rp 5.400 triliun hingga tahun 2023 mendatang. Adapun PMTB ini juga mencakup investasi pemerintah, BUMN, dan juga sektor riil.

Selain untuk program prioritas 2023, investasi menjadi salah satu pendorong utama keberhasilan pencapaian Visi Indonesia 2045. Secara bertahap, kebijakan investasi akan dimulai dengan investasi pada sektor padat karya dan berorientasi ekspor, hingga investasi pada sektor bernilai tambah tinggi, berteknologi maju, berinovasi tinggi, serta berkelanjutan untuk memperkuat peran Indonesia dalam rantai nilai global.

Belajar dari pengalaman negara lain seperti Korea Selatan, data investasi swasta yang akurat dan pelibatan swasta memegang peranan vital dalam proses perencanaan pembangunan. Sementara untuk memiliki perekonomian yang tangguh, Swedia dan Denmark telah mengedepankan investasi masif di sektor yang inovatif serta prinsip triple helix, yaitu kerja sama pemerintah, swasta, dan akademisi untuk mengembangkan perekonomian. Untuk itu, ke depan, kerja sama dan sinergi antara pemerintah dan swasta akan didorong dalam program-program pembangunan nasional.


Komentar (1)

  • Charlotte Zhang

    Hi, We are a Singapore company specialised in recruiting and training talents in the Philippines for small businesses. No selling of grants related projects. A recession is looming and we can all agree one of the most important strategy right now is to prepare for the tough times ahead. During times like these, it is important to keep business cost low and do more with less. One way to do this is to build your own build of talents (your own full time employees in the Philippines). You can hire designers, SEO content writers, social media marketers, lead generation specialists in the Philippines from SGD$1000 per month and above per full time employee (inclusive of our management fees). We are not just a HR agency, with our background in digital marketing and tech, we can help you recruit, train and setup a system to manage your team. Real results come from a dedicated team of employees learning, improving (from making mistakes) and doing real work consistently. Some of our clients in Singapore have outsourced their entire customer support, digital marketing functions totally to the Philippines with our help. They are enjoying cost savings in the five figure range monthly. If you are keen to find out more on how to recession proof your business, check out our website here. https://bit.ly/3MgyHhM Or feel free to whatsapp us at +65 9636 2204 for a non-obligatory discussion. PS: We are not your typical run-of-the-mill digital marketing agency (we do not have any grant related products to sell), nor are we a pure recruitment agency, we specialise in recruiting, training talents in the Philippines for clients. Teaser: Kaizenaire.com is one of our business units setup to help SMEs in Singapore, with cost effective solutions and digital marketing (SEO know-how), we have another business unit in online publishing with over 30 full time employees in the Philippines working on our own startup. Any strategy on digital marketing we share is battle-tested on our own projects. Talk to us and let us showcase our own project to you (not just our clients' projects)

    01 November 2022 17:53

Tinggalkan Komentar