Laporan Ekonomi Harian Tanggal 26 Oktober 2021
Update Global
Ekonomi Korea Selatan naik 4,0 persen (yoy) pada triwulan III-2021, melambat dari ekspansi 6,0 persen (yoy) pada periode sebelumnya. Angka tersebut lebih rendah dari konsensus pasar pada pertumbuhan 4,2 persen (yoy). Konsumsi masyarakat dan investasi tumbuh masing-masing 3,2 persen (yoy) dan 1,8 persen (yoy), melambat dari pertumbuhan pada triwulan sebelumnya dipicu oleh kenaikan kasus COVID-19 terutama varian Delta. Di sisi lain, belanja pemerintah tumbuh 6,3 persen (yoy). Ekspor tumbuh 6,9 persen (yoy), turun tajam dari pertumbuhan 22,4 persen (yoy) pada triwulan sebelumnya. Sementara impor tumbuh 6,7 persen (yoy). Pada basis triwulanan, PDB Korea Selatan tumbuh 0,3 persen (qoq), setelah tumbuh 0,8 persen (qoq) pada triwulan sebelumnya. (Trading Economics)
Update Domestik
Realisasi insentif pajak yang telah dimanfaatkan oleh Wajib Pajak (WP) hingga pertengahan Oktober 2021 sebesar Rp 60,57 triliun. Insentif ini diberikan di tengah pandemi COVID-19. Insentif untuk dunia usaha yang telah dimanfaatkan sebesar Rp 57,81 triliun. Penerimaan pajak naik 13,2 persen menjadi Rp 850,1 triliun hingga September 2021. Kenaikan pajak sejalan dengan pemulihan sejumlah sektor ekonomi. (CNN)