Laporan Ekonomi Harian Tanggal 10 November 2021

Update Global
Tingkat inflasi tahunan China mencapai 1,5 persen pada bulan Oktober 2021. Angka tersebut lebih tinggi dari bulan sebelumnya sebesar 0,7 persen dan perkiraan pasar sebesar 1,4 persen. Kondisi tersebut disebabkan oleh kenaikan biaya non-pangan yang lebih cepat. Sementara itu, pada basis bulanan, harga konsumen naik 0,7persen, tertinggi dalam sembilan bulan dan sesuai dengan perkiraan. (Trading Economics)

Update Domestik
Industri perbankan menunjukkan perbaikan kinerja hingga kuartal ketiga setelah tertekan akibat PPKM level. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatatkan kredit perbankan naik 2,21 persen (yoy) menjadi Rp 5.652,8 triliun per September 2021. Selain itu, kualitas kredit perbankan terus membaik tercermin dari rasio kredit macet atau non performing loan (NPL) di level 3,22 persen di September 2021. Padahal di Agustus dan Juli lalu stagnan di level tertinggi 3,35 persen. (Kontan)

Laporan Ekonomi Harian Tanggal 9 November 2021

Update Global
Produksi industri di Malaysia meningkat 2,5 persen (yoy) pada bulan September 2021. Peningkatan ini merupakan yang pertama dalam sejak Juni, di tengah pelonggaran pembatasan COVID-19 dan peningkatan tingkat vaksinasi. Output manufaktur meningkat terutama pada produk listrik & elektronik (12,3 persen), minyak bumi, kimia, karet & plastik (6,1 persen) dan makanan, minuman dan tembakau (2,1 persen). (Trading Economics)

Update Domestik
Berdasarkan hasil Survei Konsumen Bank Indonesia (BI), Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Oktober 2021 tercatat sebesar 113,4. Indeks tersebut meningkat dari 95,5 pada bulan September 2021. Artinya, keyakinan konsumen Indonesia kembali ke level optimistis (indeks melampaui 100), setelah berada di zona pesimistis sejak Juli 2021. Konsumen Indonesia kembali optimistis sejalan dengan makin longgarnya mobilitas masyarakat. Optimisme konsumen ini bisa menjadi modal perbaikan ekonomi di akhir tahun ini. (Kontan)

Laporan Ekonomi Harian Tanggal 8 November 2021

Update Global
China mencatat surplus transaksi berjalan sebesar USD 80,1 miliar di Q3 2021, yang terdiri atas surplus barang sebesar USD141,4 miliar, defisit jasa pada USD 31,5 miliar, selisih pendapatan primer sebesar USD 33,4 miliar dan surplus pada pendapatan sekunder sebesar USD 3,6 miliar. (Trading Economics)

Update Domestik
Berdasarkan data transaksi 1-4 November 2021, Bank Indonesia mencatat aliran modal asing keluar dari pasar keuangan domestik sebesar Rp 12,66 triliun. Aliran modal asing yang keluar berasal dari beli neto di pasar Surat Berharga Negara (SBN) sekitar Rp 420 miliar dan jual neto di pasar saham sebesar Rp 13,08 triliun. Berdasarkan Data Settlement selama 2021 (ytd), nonresiden melakukan jual neto sebesar Rp 11,28 triliun. Selain itu, tingkat imbal hasil surat utang AS (US treasury) 10 tahun ke level 1,53 persen. (Okezone)

Laporan Ekonomi Harian Tanggal 5 November 2021

Update Global
Dolar menguat menjelang laporan tenaga kerja bulan Oktober. Indeks Dolar Amerika Serikat menguat di sekitar 94,35 pada Jumat menjelang laporan ketenagakerjaan Amerika Serikat dimana pasar fokus pada kondisi yang akan memicu kenaikan suku bunga. Estimasi konsensus sekitar 450.000 lapangan kerja baru pada Oktober dibandingkan 194.000 pada September. (Trading Economics)

Update Domestik
Ekonomi RI Tumbuh 3,51 Persen di Kuartal III 2021. BPS mencatat ekonomi RI tumbuh 3,51% (yoy) pada kuartal III 2021 kemarin. Angka ini berbanding terbalik dengan kuartal III 2020 yang minus 3,49% (yoy). Secara kuartal ke kuartal (qoq) perekonomian tumbuh 1,55% dibandingkan kuartal II 2021. Pertumbuhan ekonomi Indonesia sejalan pertumbuhan ekonomi sejumlah negara mitra dagang yang tercatat positif pada kuartal III 2021. (CNN)

Laporan Ekonomi Harian Tanggal 4 November 2021

Update Global
Pemerintah Jepang mengumumkan komitmen hibah senilai USD 25 juta untuk mekanisme transisi energi (Energy Transition Mechanism, ETM) yang digagas Asian Development Bank (ADB). Dana tersebut akan digunakan sebagai pembiayaan awal untuk ETM. Dalam konferensi perubahan iklim PBB (COP26), ADB menjalin mitra dengan Indonesia dan Filipina untuk mulai menyiapkan ETM tersebut. ADB mengatakan, ETM dalam skala penuh di Indonesia dan Filipina selama 10 hingga 15 tahun ke depan dapat memangkas 200 juta ton emisi CO₂ per tahun. Dalam kemitraan dengan Indonesia dan Filipina, ADB akan bekerja sama dengan pemangku kepentingan dari pemerintah untuk merintis ETM. Selama tahap rintisan sepanjang dua sampai tiga tahun, ETM akan menggalang sumber daya keuangan untuk mempercepat penutupan lima hingga tujuh pembangkit listrik tenaga batu bara di Indonesia dan Filipina. (Antara)

Update Domestik
BPS Sumatera Utara mencatat kenaikan nilai ekspor karet dan barang dari karet Sumatera Utara hingga September 2021 sebesar 53,50 persen yoy atau menjadi USD 1,207 miliar dari USD 786,457 juta, didorong kenaikan harga jual dan volume penjualan. Nilai tersebut naik sebesar 2,8 persen mtm. Penjualan tersebut berkontribusi 13,98 persen dari total ekspor Sumatera Utara sepanjang Januari-September. (Antara)

Laporan Ekonomi Harian Tanggal 3 November 2021

Update Global
Dolar naik tinggi menjelang rencana tapering The Fed. Dolar Amerika Serikat mencapai titik tertinggi dalam setahun terhadap Euro dan Yen pada Rabu. Investor menunggu kebijakan The Fed untuk melepas kebijakan stimulus era pandemi lebih cepat daripada bank sentral Eropa dan Jepang. The Fed berencana mengumumkan tapering program pembelian aset dari US$120 Miliar per bulan yang akan dilakukan pukul 18.00 GMT. (Reuters)

Update Domestik
OJK Catat 2 Juta Rekening Dibuka pada Oktober 2021. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pembukaan rekening baru sebanyak 2.008.165 sepanjang bulan inklusi keuangan (BIK) 2021. Hal ini tepatnya terjadi pada 1 Oktober sampai 31 Oktober 2021. Selain itu, perbankan tercatat menyalurkan kredit kepada 168.370 debitur sepanjang Oktober 2021. Selanjutnya, terdapat pembukaan polis asuransi sebanyak 93.683 polis. (CNN)

Laporan Ekonomi Harian Tanggal 2 November 2021

Update Global
PMI Manufaktur AS IHS Markit direvisi lebih rendah menjadi 58,4 pada Oktober 2021, dari perkiraan awal 59,2 dan turun dari 60,7 September. Angka terbaru menunjukkan peningkatan dalam kesehatan sektor manufaktur AS, meskipun laju ekspansi melambat ke level terlemah selama sepuluh bulan karena peningkatan terkecil dalam tingkat produksi sejak Juli 2020 di tengah kendala kapasitas produksi, termasuk kekurangan bahan. Selain itu, besaran kenaikan pesanan baru merupakan yang paling rendah dalam 10 bulan, sementara kinerja vendor terus menurun tajam karena permasalahan di sektor transportasi dan logistik dan permintaan yang kuat untuk bahan baku. Di sisi harga, inflasi biaya input tetap berada di antara rekor tertinggi, dan inflasi biaya output mencapai puncak baru karena perusahaan terus membebankan sebagian biaya yang lebih tinggi kepada klien. Terakhir, ekspektasi output turun ke level terendah 12 bulan pada Oktober di tengah kekhawatiran mengenai inflasi dan gangguan rantai pasokan. (Trading Economics).

Update Global
Badan Pusat Statistik mencatat harga beras di penggilingan sebesar Rp9.173 per kg pada Oktober 2021, naik 0,31 persen mtm, dan turun 4,54 persen yoy. Selain itu, harga beras grosir naik 0,15 persen mtm, namun harga beras eceran turun 0,1 persen mtm. Harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani tercatat naik 1,32 persen mtm dan turun 4,28 persen yoy, kemudian di tingkat penggilingan naik 1,64 persen mtm dan turun 4,13 persen yoy. Untuk harga gabah kering giling (GKG), baik di tingkat petani dan penggilingan menunjukkan penurunan masing-masing sebesar 0,63 persen dan 0,78 persen mtm, serta 7,21 persen dan 7,29 persen yoy. (CNN Indonesia)

Laporan Ekonomi Harian Tanggal 1 November 2021

Update Global
Pertumbuhan manufaktur Cina melampaui perkiraan. PMI Manufaktur Caixin China pada Oktober 2021 mencapai 50,6, angka tertinggi dalam empat bulan dan meningkat dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang hanya pada level 50,0. Hal ini dipicu pemulihan permintaan domestik dengan sub-indeks jumlah permintaan baru mencapai angka tertinggi sejak Juni. Tetapi, krisis listrik dan kenaikan biaya memperlambat output, sementara ekspor dan penyerapan tenaga kerja turun dalam tiga hari beruntun. (Trading Economics)

Update Domestik
INA-Investor Logistik Dubai melakukan investasi sebesar Rp106,5 T. Lembaga pengelola dana abadi (Sovereign Wealth Fund) Indonesia, Indonesia Investment Authority (INA), meneken kerja sama kemitraan jangka panjang senilai US$7,5 miliar atau setara Rp106,5 triliun (kurs Rp14.200) dengan Dubai Ports World. DP World akan membawa teknologi kelas dunia untuk pengembangan terminal baru dan aset kepelabuhanan lainnya di Indonesia. Diharapkan kerja sama akan menciptakan efisiensi transportasi laut serta meningkatkan lalu lintas antarpulau dan internasional. (CNN)

Laporan Perkembangan Ekonomi Makro Bulan Oktober 2021

Sejalan dengan pemulihan aktivitas ekonomi global, permintaan terus mengalami peningkatan. Namun, peningkatan produksi belum mampu mengimbangi kecepatan pertumbuhan permintaan. Selain itu, gangguan rantai pasok terus berlanjut yang menyebabkan inflasi di berbagai negara, terutama negara-negara utama. Harga komoditas energi menjadi salah satu yang mengalami lonjakan harga tertinggi pada bulan Oktober. Di sisi lain, kondisi tersebut mendorong kinerja neraca perdagangan barang Indonesia yang kembali surplus untuk yang ke-18 kali secara berturut-turut. Kinerja ekspor Indonesia masih kuat sementara impor cenderung tertahan sejalan dengan penurunan impor barang konsumsi. Sementara impor barang modal dan bahan baku masih tumbuh seiring dengan aktivitas industri yang ekspansif. Kondisi ekonomi domestik pada bulan Oktober semakin membaik seiring pelonggaran PPKM dan peningkatan mobilitas. Inflasi MtM kembali tumbuh meskipun masih cenderung rendah. Nilai tukar rupiah juga menguat dibandingkan posisi akhir bulan lalu.

Laporan Ekonomi Harian 29 Oktober 2021

Update Global
PDB AS tumbuh 2,0 persen (qoq) pada triwulan III-2021, menurun tajam dari pertumbuhan 6,7 persen (qoq) pada triwulan sebelumnya dan di bawah perkiraan pasar sebesar 2,7 persen (qoq). Perlambatan pemulihan ekonomi dipicu pengurangan secara bertahap stimulus yang diberikan pemerintah serta lonjakan kasus COVID-19 dan kendala pasokan global yang membebani konsumsi dan produksi. Konsumsi masyarakat tumbuh 1,6 persen (qoq), turun tajam dari 12,0 persen (qoq) pada triwulan sebelumnya. Investasi non-perumahan tumbuh 1,8 persen (qoq), sementara investasi perumahan terkontraksi sebesar 7,7 persen (qoq). (Trading Economics)

Update Domestik
Penanaman modal asing (PMA) pada triwulan III-2021 turun 11,0 persen (qoq) dan 2,7 persen (yoy). Sebaliknya, penanaman modal dalam negeri (PMDN) naik 6,8 persen (qoq) dan 10,3 persen (yoy). Selain dampak lonjakan kasus COVID-19 terutama varian Delta pada triwulan III-2021, iklim investasi yang belum sejalan dengan prinsip-prinsip berkelanjutan (environmental, social, governance/ESG) juga bisa menghalangi minat investor menanamkan modal di Indonesia. Prinsip investasi berkelanjutan semakin kuat dianut investor dari sejumlah negara. (Kompas)