Peta Jalan Pengembangan Tenaga Kerja Hijau Indonesia

Peta jalan ini memuat tiga strategi utama antara lain: (1) pembangunan ekosistem tenaga kerja hijau, (2) peningkatan kesiapan tenaga kerja ke pasar kerja hijau, dan (3) penguatan peran aktif asosiasi dan Dunia Usaha dan Dunia Industri serta Dunia Kerja (DUDIKA) dalam menciptakan pekerjaan hijau. Adapun implementasi rencana aksi terbagi menjadi empat fase meliputi; penguatan fondasi (2025–2029), akselerasi nasional dan sektoral (2030–2034), ekspansi global (2035–2039), dan keberlanjutan tenaga kerja hijau melalui inovasi serta regulasi (2040–2045).

Environment and Social Commitment Plan (ESCP) Program INEY Phase 2

Dokumen ESCP merupakan dokumen komitmen yang memastikan perlindungan dari aspek lingkungan dan sosial dalam pelaksanaan Program Investing in Nutrition and Early Years (INEY) fase 2. Program INEY fase 2 merupakan bantuan dalam bentuk program for results (PforR) dari Bank Dunia kepada Pemerintah Indonesia dalam percepatan penurunan stunting di Indonesia. Program INEY fase 2 melibatkan Sekretariat Wakil Presiden, Kementerian Kesehatan, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah tertinggal, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN sebagai PIU, dan Kementerian PPN/Bappenas sebagai PIU sekaligus PMU.

Peta Jalan Hilirisasi Kelapa 2025-2045

Percepatan transformasi ekonomi melalui industrialisasi sebagaimana amanat Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045 menjadi modal utama untuk mewujudkan Visi Indonesia Emas 2045. Industrialisasi mendorong pengolahan komoditas unggulan untuk menciptakan nilai tambah dalam bentuk bahan baku dan bahan antara yang dibutuhkan industri, dan produk jadi yang dibutuhkan konsumen, serta mendukung berkembangnya jasajasa modern.Hilirisasi melalui pengolahan komoditas unggulan perkebunan secara khusus memiliki posisi yang strategis mengingat kontribusi subsektor perkebunan mencapai 30,3 persen terhadap total PDB. Untuk mewujudkannya, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) telah menyusun Peta Jalan Hilirisasi Kelapa 2025-2045 sebagai contoh untuk mengonsolidasikan hilirisasi komoditas perkebunan strategis yang selama ini belum dilaksanakan secara optimal.

Peta Jalan Ekonomi Biru Indonesia (Edisi 2)

Peta Jalan Ekonomi Biru Indonesia menetapkan jalur menuju ekonomi maritim yang terdiversifikasi dan berkelanjutan untuk Indonesia, memastikan kesehatan dan ketahanan ekosistem laut, dan menjamin manfaat bagi generasi saat ini dan yang akan datang. Peta Jalan ini memberikan panduan tentang bagaimana ekonomi biru dapat meningkatkan produktivitas dan berkontribusi pada transformasi ekonomi menuju Visi Indonesia 2045.
Pengembangan ekonomi biru di Indonesia dipandu dengan visi "Sumber daya pesisir dan laut kita yang beragam dikelola secara berkelanjutan melalui ekonomi biru yang berbasis pengetahuan untuk menciptakan kesejahteraan sosial ekonomi, memastikan lingkungan laut yang sehat, dan memperkuat ketahanan untuk kepentingan generasi sekarang dan masa depan."

Indonesia Blue Economy Roadmap (Edition 2)

Indonesian Blue Economy Roadmap sets out a pathway towards a diversified and sustainable maritime economy for Indonesia, based on ensuring the health and resilience of ocean ecosystems and securing benefits for current and future generations. It provides the guidance on how the blue economy can increase productivity and contribute to economic transformation towards Indonesia Vision 2045.
The development of blue economy in Indonesia is guided with a vision of “Our diverse coastal and marine resources are sustainably managed through a knowledge-led blue economy to create socio-economic prosperity, ensure a healthy marine environment and strengthen resilience for the benefit of current and future generations.”