Laporan Ekonomi Harian Tanggal 24 Januari 2022
Update Global
PMI Manufaktur IHS Markit Kawasan Eropa meningkat menjadi 59,0 pada Januari 2022 dari level 58,0 pada bulan sebelumnya, peningkatan terkuat dalam aktivitas manufaktur selama lima bulan terakhir. Peningkatan utamanya didorong oleh mulai meredanya gangguan rantai pasokan. Meskipun masalah tenaga kerja masih membatasi produksi pada beberapa pabrik, meredanya gangguan rantai pasokan mendorong peningkatan produksi di banyak perusahaan. Peningkatan terjadi pada semua sektor manufaktur utama, termasuk sektor otomotif yang meningkat selama dua bulan berturut-turut. Sementara itu, PMI Jasa IHS Markit Kawasan Eropa turun menjadi 51,2 pada Januari 2022 dari 53,1 pada bulan sebelumnya. Ini merupakan pertumbuhan output jasa terendah sejak April 2021, di tengah langkah-langkah pembatasan untuk mengatasi melonjaknya tingkat infeksi COVID-19 varian baru Omicron. Aktivitas pariwisata mengalami kontraksi pada tingkat terendah sejak Februari lalu, dengan kinerja sektor transportasi dan media yang juga menurun. (Trading Economics)
Update Domestik
BI mencatat likuiditas nasional atau uang beredar dalam arti luas (M2) mencapai Rp7.867,1 triliun pada Desember 2021 atau tumbuh 13,9 persen (yoy). Peningkatan didorong oleh akselerasi uang beredar dalam arti sempit (M1) sebesar 17,9 persen (yoy) dan uang kuasi sebesar 9,3 persen (yoy). Pertumbuhan M2 juga dipengaruhi oleh ekspansi keuangan pemerintah dan penyaluran kredit. Penyaluran kredit tumbuh 4,9 persen pada Desember 2021. (CNN)