Infografik Perkembangan Investasi Semester I 2016

  • Total realisasi investasi PMA dan PMDN semester 1 tahun 2016 sebesar Rp 298,1 triliun atau telah mencapai 50,1% dari target realisasi investasi untuk tahun 2016 yang sebesar Rp 594,9 triliun.
  • Pada semester I tahun 2016, negara dengan realisasi PMA terbesar adalah Singapura dengan nilai USD 4.891,9 juta atau 34,8% dari total realisasi PMA diikuti oleh Jepang, Hongkog, Tiongkok, dan Belanda.
  • Pada semester I tahun 2016 lokasi dengan nilai realisasi PMA terbesar adalah Jawa Barat dengan nilai USD 2.828,7 juta atau 20,1% dari total realisasi PMA diikuti oleh Sumatera Selatan, Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Timur.

Perkembangan Ekonomi Minggu Ke-II Bulan April 2016

Update Global
IMF merilis World Economic Outlook edisi April 2016. Secara umum, pertumbuhan ekonomi dunia diperkirakan sebesar 3,2 persen, lebih rendah dari proyeksi pada Januari 2016 (3,4 persen).

Update Domestik
Upah nominal harian buruh tani pada Maret 2016 naik 0,26 persen dibandingkan Februari 2016. Sebaliknya, secarariil turun sebesar 0,69 persen. Penurunan upah riil menunjukkan bahwa terjadi penurunan daya beli dari buruh tani yang terutama disebabkan oleh tingginya tingkat inflasi di daerah.

Perkembangan Ekonomi Minggu Ke-I Bulan April 2016

Update Global
Rasio utang pemerintah Korea Selatan tahun 2015 mencapai 37,9 persen terhadap PDB (590,5 triliun won). Walaupun rasio tersebut meningkat dibandingkan 2014, namun angka tersebut masih relatif lebih rendah dibandingkan rata-rata negara OECD (lebih dari 90 persen terhadap PDB).

Update Domestik
Cadangan devisa Bank Indonesia pada Maret 2016 sebesar 107.543 juta USD, meningkat dibandingkan bulan sebelumnya. Peningkatan tersebut berasal dari hasil penerbitan sukuk global pemerintah dan lelang Surat Berharga Bank Indonesia (SBBI) valas.

Perkembangan Ekonomi Indonesia dan Dunia Triwulan I Tahun 2016

Publikasi triwulan I tahun 2016 ini memberikan gambaran dan analisa mengenai perkembangan ekonomi dunia dan Indonesia hingga triwulan I tahun 2016. Dari sisi perekonomian dunia, publikasi ini memuat perkembangan ekonomi Amerika Serikat dan negara-negara kawasan Eropa, serta kondisi ekonomi regional Asia. Dari sisi perekonomian nasional, publikasi ini membahas pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan I tahun 2016 dari sisi moneter, fiskal, neraca perdagangan, perkembangan investasi dan kerja sama internasional, industri dalam negeri, serta perekonomian daerah. Dalam publikasi ini juga tersaji Policy Brief terkait kebijakan pemerintah dan kondisi ekonomi terkini.

Perkembangan Ekonomi Minggu Ke-V Bulan Maret 2016

Update Global
Bank Sentral Jepang (BoJ) diperkirakan akan mencapai batas kepemilikan obligasi pemerintah (JPY 80 triliun) pada pertengahan tahun 2017. Sebelumnya, BoJ menerapkan kebijakan quantitative easing, melalui pembelian obligasi pemerintah, guna mendorong perekonomian Jepang.

Update Domestik
Inflasi tahunan (YoY) pada Maret 2016 sebesar 4,45 persen, meningkat tipis dibandingkan bulan sebelumnya. Inflasi maupun sumbangan tertinggi dialami oleh komponen inflasi harga bergejolak (volatile food).

Perkembangan Ekonomi Minggu Ke-IV Bulan Maret 2016

Update Global
Permintaan batubara China diperkirakan mengalami penurunan, menyusul penurunan kinerja industri.

Update Domestik
Paket Kebijakan Ekonomi XI telah dirilis pada Selasa, 29 Maret 2016 dengan tujuan untuk Meningkatkan Daya Saing Nasional dalam Pertarungan Ekonomi Global.

Perkembangan Ekonomi Minggu Ke-III Bulan Maret 2016

Update Global
Bank Sentral AS (FeD), melalui Rapat Dewan Gubernur pada Rabu 16 Maret 2016, memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan (0,25 -0,5 persen). Ketidakpastian ekonomi global masih menjadi alasan utama dari keputusan tersebut.

Update Domestik
Pada Januari 2016, pertumbuhan YoY Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia sebesar 2,2 persen menurun dibandingkan bulan sebelumnya. Hal ini terutama didorong oleh penurunan sektor swasta.

Perkembangan Ekonomi Minggu Ke-II Bulan Maret 2016

Update Global
Bank Sentral Jepang (BoJ) mulai menerapkan kebijakan suku bunga negatif (-0,1 persen) untuk sebagian deposito perbankan di BoJ. Langkah ini diambil menyusul pelemahan konsumsi rumah tangga.

Update Domestik
Meskipun terjadi penurunan harga BBM dan tarif dasar listrik pada Januari, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) bulan Februari 2016 mengalami penurunan.

Infografik Perkembangan Perdagangan Internasional Indonesia Bulan Januari 2016

  • Pada bulan Januari tahun 2016, nilai ekspor non migas mencapai 75 persen dari total target, atau sebesar USD 10.500,2 juta.
  • Neraca perdagangan Indonesia pada bulan Januari tahun 2015 mengalami surplus USD 50,6 juta, hal ini disebabkan  karena surplus sebesar USD 164,5 juta pada neraca perdagangan sektor nonmigas lebih besar dibanding  defisit sebesar USD 113,9 juta pada sektor migas.
  • Nilai ekspor Indonesia pada bulan Januari tahun 2016 sebesar USD 10.500,2 juta, menurun sebesar 20,7% dibandingkan pada bulan Januari tahun 2015, begitu  pula  ekspor migas dan non migas yang mengalami penurunan sebesar 43,5% dan 16,8%.
  • Nilai impor Indonesia  pada bulan Januari tahun 2016 sebesar USD 10.449,6 juta, menurun  sebesar 17,1% dibandingkan  pada bulan Januari tahun 2015, begitu pula  impor migas dan non migas yang mengalami penurunan sebesar 42,3% dan 12,1%.

Infografik Perkembangan Perdagangan Internasional Indonesia Tahunan 2015

  • Sepanjang tahun 2015, nilai ekspor non migas mencapai 84% dari total target, atau sebesar USD 131.730 juta
  • Neraca Perdagangan Indonesia sepanjang tahun 2015 mengalami surplus USD 7.587,5 juta, hal ini disebabkan karena surplus sebesar USD 13.648,7 juta pada neraca perdagangan sektor nonmigas lebih besar dibanding defisit sebesar USD 6.061,2 juta pada sektor migas.
  • Nilai Ekspor Indonesia sepanjang tahun 2015 sebesar USD 150.282 juta, menurun sebesar 14,6% dibandingkan sepanjang tahun 2014, begitu pula ekspor migas dan non migas yang mengalami penurunan sebesar 38,2% dan 9,7%
  • Nilai Impor Indonesia sepanjang tahun 2015 sebesar USD 14.649 juta, menurun sebesar 19,9% dibandingkan sepanjang tahun 2014, begitupula impor migas dan non migas yang mengalami penurunan sebesar 43,4% dan 12,3%.