Perkembangan Ekonomi Indonesia dan Dunia Triwulan IV Tahun 2017

Publikasi triwulan IV tahun 2017 ini memberikan gambaran dan analisa mengenai perkembangan ekonomi dunia dan Indonesia hingga triwulan IV tahun 2017. Dari sisi perekonomian dunia, publikasi ini memuat perkembangan ekonomi Amerika Serikat dan negara-negara kawasan Eropa, serta kondisi ekonomi regional Asia. Dari sisi perekonomian nasional, publikasi ini membahas pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan IV tahun 2017 dari sisi moneter, fiskal, neraca perdagangan, perkembangan investasi dan kerja sama internasional, industri dalam negeri, serta perekonomian daerah.

Infografik Perkembangan Investasi Triwulan IV 2017

  • Pada triwulan IV tahun 2017, sektor dengan nilai realisasi PMA terbesar adalah sektor Listrik, Gas dan Air dengan nilai USD1.555,3 juta atau 18,6 persen dari total realisasi PMA, diikuti oleh Pertambangan; Transportasi, Gudang, dan Telekomunikasi; Perumahan, Kawasan Industri, dan Perkantoran; dan Ind. Logam, Mesin dan Elektronik.
  • Sedangkan untuk PMDN, sektor dengan nilai realisasi terbesar triwuan IV tahun 2017 adalah sektor Kontruksi dengan nilai Rp 10772,0 miliar atau 15,9 persen dari total realisasi PMDN, diikuti oleh industri Makanan; Tanaman Pangan dan Perkebunan; Transportasi, Gudang, dan Telekomunikasi; dan Ind. Logam, Mesin, dan Elektronik.

Infografik Perkembangan Perdagangan dalam Negeri Bulan Desember 2017

  • Produk Domestik Bruto Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor secara kumulatif sampai Triwulan IV Tahun 2017 mencapai Rp 1.311,5 Triliun (Harga Konstan 2010) atau tumbuh sebesar 4,44 persen dibanding periode yang sama tahun 2016. Pertumbuhan PDB sektor ini belum mencapai target pertumbuhan dalam RPJMN 2015-2019 yaitu sebesar 7,6 persen (y-on-y) sampai dengan akhir tahun 2017.

Perkembangan Ekonomi Indonesia dan Dunia Triwulan III Tahun 2017

Publikasi triwulan III tahun 2017 ini memberikan gambaran dan analisa mengenai perkembangan ekonomi dunia dan Indonesia hingga triwulan III tahun 2017. Dari sisi perekonomian dunia, publikasi ini memuat perkembangan ekonomi Amerika Serikat dan negara-negara kawasan Eropa, serta kondisi ekonomi regional Asia. Dari sisi perekonomian nasional, publikasi ini membahas pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan III tahun 2017 dari sisi moneter, fiskal, neraca perdagangan, perkembangan investasi dan kerja sama internasional, industri dalam negeri, serta perekonomian daerah.

Infografik Perkembangan Perdagangan dalam Negeri Bulan September 2017

  • Produk Domestik Bruto Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor secara kumulatif samapai dengan Triwulan III Tahun 2017 mencapai Rp. 1.319,9 Triliun atau tumbuh sebesar 4,78 persen dibanding periode yang sama tahun 2016. Pertumbuhan PDB sektor ini belum mencapai target pertumbuhan dalam RPJMN 2015-2019 yaitu sebesar 7,6 persen (y-on-y) samapi dengan akhir tahun 2017.
  • Pada bulan September 2017 Koefisien Variasi Harga antar waktu mencatatkan nilai sebesar 2,7 persen. Pemerintah pada khususnya Kementerian perdagangan masih berusaha mengefektifkan aturan Harga Eceran Tertinggi beberapa komoditas di masyarakat. Nilai koefisien variasi harga antar waktu terbesar ada pada komoditas tepung terigu dan daging sapi.

Infografik Perkembangan Perdagangan Luar Negeri Indonesia Januari - September 2017

  • Nilai Ekspor Indonesia sampai bulan September tahun 2017 sebesar USD123.357,0 juta, meningkat sebesar 17,4 persen dibandingkan pada periode yang sama tahun 2016. Begitu pula ekspor migas dan non migas mengalami kenaikan masing-masing sebesar 18,3 dan 17,3 persen (YoY).
  • Nilai Impor Indonesia sampai bulan September 2017 sebesar USD112.486,0 juta, meningkat sebesar 14,0 persen dibandingkan pada periode yang sama tahun 2016. Begitu pula impor migas dan non migas mengalami peningkatan masing-masing sebesar 26,0 persen dan 12,0 persen (YoY).

Infografik Perkembangan Perdagangan dalam Negeri Bulan Agustus 2017


Pada Semester I Tahun 2017, PDB Lapangan Usaha Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor mencapai Rp. 644,7 triliun atau tumbuh sebesar 4,36 persen dibanding periode yang sama tahun 2016. Pertumbuhan PDB sktor ini diharapkan mencapat target pertumbuhan dalam RPJMN 2015-2019 yaitu sebesar 7,6 persen (y-ony) sampai dengan akhir tahun 2017.

Infografik Perkembangan Perdagangan Luar Negeri Indonesia Januari - Agustus 2017

  • Nilai ekspor Indonesia sampai bulan Agustus tahun 2017 sebesar USD108.794,1 juta, meningkat sebesar 17,6 persen dibandingkan pada periode yang sama tahun 2016. Begirtu pula ekspor migas dan non migas mengalami kenaikan masing-masing sebesar 16,1 dan 17,7 persen (YoY).
  • Nilai impor Indonesia sampai bulan Agustus 2017 sebesar USD 99.681,4 juta, meningkat sebesar 14,1 persen dibandingkan pada periode yang sama tahun 2016. Begitu pula impor migas dan non migas mengalami peningkatan masing-masing sebesar 27,9 persen dan 11,8 persen (YoY).

Infografik Perkembangan Perdagangan dalam Negeri Bulan Juli 2017

  • Sepanjang Januari-Juni Tahun 2017, realisasi PDB Lapangan Usaha Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor mencapai Rp 644,7 triliun atau tumbuh sebesar 4,36 persen dibanding bulan Januari-Juni Tahun 2016. Pertumbuhan realisasi ini belum mencapai target pertumbuhan dalam RPJMN 2015-2019 yaitu sebesar 7,6 persen untuk tahun 2017.
  • Pada bulan Juli 2017 koefisien variasi harga antar waktu mencatatkan nilai sebesar 2,9 persen, setelah menyentuh nilai sebesar 3,0 persen di Bulan Juni bertepatan dengan bulan puasa dan lebaran. Menandakan harga sejumlah bahan pokok mulai mengalami penurunan di bulan Juli. Nilai koefisien variasi harga antar waktu terbesar ada pada komiditas daging sapi dan tepung terigu.
  • Nilai koefisien variasi harga antar wilayah masih stabil di dua bulan terakhir sebesar 15,8 persen walaupun masih melebihi target 13,8 persen. Hal ini mencerminkan upaya pemerintah cukup berhasil mengendalikan kenaikan harga pangan dan menjaga ketersediaan pasokan di beberapa wilayah. Nilai koefisien variasi harga antar wilayah terbesar ada pada komoditas jagung pipilan, tepung terigu, dan susu kental manis.