Bappenas–PT Moosa Genetika Farmindo–IPB University Kembangkan Genetika Sapi Unggul, Dukung Ketahanan Pangan Nasional

JAKARTA – Kementerian PPN/Bappenas bersama PT Moosa Genetika Farmindo dan IPB University berkolaborasi untuk penguatan potensi pengembangan Sapi Merah Putih untuk mendukung prioritas nasional tentang ketahanan pangan. “Kerja sama dengan PT Moosa Genetika Farmindo dan IPB University ini sangat strategis, dalam memperbaiki kualitas genetik sapi lokal Indonesia melalui bioteknologi reproduksi molekuler dan modern,” ungkap Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy dalam Peluncuran Sapi Merah Putih di Pameran Flora dan Fauna 2025, Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Jumat (29/8).

Indonesia masih menghadapi tantangan serius di sektor persusuan nasional dengan kapasitas produksi susu segar dalam negeri baru mampu memenuhi sekitar 20 persen dari total kebutuhan nasional, hal ini mengakibatkan ketergantungan terhadap impor masih relatif tinggi. Sementara itu, lebih dari 80 persen pasokan susu nasional diproduksi oleh peternak rakyat yang masih menghadapi keterbatasan kualitas genetik ternak dan adaptasi terhadap iklim tropis. Pengembangan Sapi Merah Putih karya anak bangsa ini diharapkan dapat menjadi solusi strategis untuk memenuhi kebutuhan tersebut.  

Pendiri sekaligus CEO PT Moosa Genetika Farmindo drh. Deddy Fachruddin Kurniawan, menambahkan bahwa Sapi Merah Putih dihasilkan melalui seleksi genomik atau Genomic Breeding Matching dengan sistem Indonesia Genomic Breeding Value (IGBV), telah terbukti mampu meningkatkan produktivitas sapi perah hingga 2,3 kali lipat. Dalam agenda ini juga dilakukan penandatanganan dua Nota Kesepahaman antara PT Moosa Genetika Farmindo dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BRI) tentang Dukungan Pembiayaan Pengembangan Sapi Merah Putih serta  PT Moosa Genetika Farmindo dengan PT Nusa Farm Indonesia terkait Pemeliharaan serta Pengembangan Teknologi Pakan, yang diharapkan mampu memperbesar dampak bagi peternakan rakyat.

Kolaborasi ini menegaskan langkah strategis menuju kemandirian pangan melalui genetik sapi perah dan keberlanjutan industri persusuan. “Dalam RPJMN 2025-2029, salah satu prioritas pembangunan adalah penyediaan makanan bergizi gratis, termasuk pemberian segelas susu bagi anak-anak bangsa. Dengan lahirnya Sapi Merah Putih, kita membangun fondasi untuk ketahanan pangan dan pemenuhan gizi masyarakat Indonesia,” pungkas Menteri Rachmat Pambudy.