Bappenas Dan GGGI Resmikan Gift, Dorong Transformasi Ekonomi Hijau Di Indonesia
Berita Utama - Kamis, 04 Juni 2026
JAKARTA – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian PPN/Bappenas bersama Global Green Growth Institute (GGGI) meresmikan program kemitraan Green Indonesia Future Initiative (GIFT) di Jakarta, Kamis (4/6). Kegiatan ini menandai dimulainya fase baru kemitraan strategis Indonesia dan GGGI dalam mempercepat implementasi ekonomi hijau melalui penguatan kebijakan, pengembangan proyek, dan mobilisasi investasi.
Kemitraan yang menargetkan mobilisasi investasi hijau sebesar USD 2 miliar hingga 2030 ini, menegaskan komitmen Pemerintah Indonesia untuk melanjutkan transformasi menuju ekonomi hijau yang inklusif, berkelanjutan, dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi jangka panjang.
Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menyampaikan bahwa tujuan pertumbuhan menjadi negara maju pada tahun 2045 dan komitmen menuju Net Zero Emissions pada tahun 2060 atau lebih cepat, sejalan dengan cita-cita Indonesia Emas 2045. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029 mengamanatkan ekonomi hijau sebagai pengungkit utama transformasi ekonomi nasional yang meningkatkan pertumbuhan ekonomi, sekaligus menurunkan emisi.
“Ekonomi hijau bukan lagi agenda lingkungan semata, melainkan jangkar daya saing bangsa. GIFT akan menjadi jembatan dinamis yang mengubah visi menjadi implementasi dan menyelaraskan kepentingan nasional dengan peluang investasi hijau global,” ujar Menteri Rachmat Pambudy.
Pendekatan ekonomi hijau mampu mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia rata-rata 6–7 persen per tahun, menciptakan sekitar 1,2 juta lapangan kerja hijau setiap tahun hingga 2045, serta mendorong penurunan emisi gas rumah kaca hingga 33 juta ton karbon dioksida ekuivalen.
Fokus utama GIFT akan mencakup pengembangan proyek yang layak investasi (bankable), pengurangan risiko investasi, serta perluasan akses terhadap berbagai sumber pendanaan, termasuk dari sektor swasta dan mitra internasional.
Inisiatif ini akan diimplementasikan melalui empat bidang intervensi utama, yakni energi hijau, lanskap berkelanjutan (darat dan laut), investasi dan pasar keuangan, serta kota dan industri hijau. Pendekatan ini bertujuan untuk mempercepat transisi energi, memperkuat perlindungan ekosistem, mendorong pengembangan ekonomi sirkular, serta meningkatkan investasi infrastruktur berkelanjutan.
Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono, menyoroti pentingnya mewujudkan kebijakan dan target pembangunan menjadi aksi nyata. “Semoga GIFT bisa menjadi hadiah yang indah bagi masyarakat Indonesia dan dunia. Inisiatif yang luar biasa antara GGGI dan Indonesia ini akan menjadi bagian dari progress dan solusi untuk pembangunan berkelanjutan. Menyelamatkan bumi bukan hanya pilihan, tetapi keharusan. Oleh karena itu, saatnya kita melaksanakan commitment to action,” ujar Susilo Bambang Yudhoyono.
Direktur Eksekutif GGGI Sang-Hyup Kim, menegaskan pentingnya kepemimpinan Indonesia dan nilai strategis dari inisiatif ini. “GIFT merupakan pendekatan yang berpandangan ke depan dan terintegrasi untuk mempercepat transformasi hijau Indonesia, di mana kebijakan, investasi, dan implementasi bersatu untuk menghasilkan dampak yang terukur dan berkelanjutan. Hal ini dibangun di atas kemitraan yang kuat selama satu dekade antara Pemerintah Indonesia dan GGGI, yang telah berhasil memobilisasi sekitar USD 800 juta investasi hijau dan memperluas jangkauannya hingga mencakup 47 persen wilayah kepulauan Indonesia,” ujar Direktur Sang-Hyup Kim
Ke depan, GIFT diharapkan memperkuat pendekatan tersebut dengan skala yang lebih besar dan fokus pada implementasi yang terukur. Inisiatif ini juga diharapkan dapat meningkatkan keterlibatan sektor swasta dan memperluas kolaborasi dengan mitra pembangunan internasional.