Wakil Menteri PPN/Wakil Kepala Bappenas, Dr. Ir. Lukita Dinarsyah Tuwo, MA, memaparkan perkembangan dari program MCC Compact di Indonesia, dalam Rapat Project Status Update of Compact Program, pada hari Senin, (13/8), di Ruang SS 4. Pertemuan tersebut membahas update status proyek MCC Compact hingga saat ini sebagai bentuk tindak lanjut dari kesepakatan kerja sama yang telah ditandatangani oleh Pemerintah Indonesia dan MCC Compact pada tanggal 19 November tahun lalu. Progress report yang disampaikan oleh Pak Lukita, terkait tiga program utama, yaitu Procurement Modernization Project (modernisasi procurement), Nutrition Project (program kesehatan) dan Green Prosperity (kemakmuran hijau).
Pak Lukita mengatakan, dalam hal Procurement Modernization Project, aktivitas perkembangan MCC yang telah dilakukan yaitu peningkatan kapasitas dan profesionalisasi fungsi pengadaan dan mendukung pengembangan kebijakan dan prosedur pengadaan yang akan meningkatkan tingkat keberhasilan kemitraan swasta publik (PPPs) dan kelestarian lingkungan. Mengenai program Nutrition Project atau Health program (program kesehatan), ada tiga komponen, yaitu komponen pertama, yaitu demand side activity, akan segera mengikuti skema generasi PNPM, yang hingga kini masih dalam tahap pembicaraan antar-Sekretariat MCI, Bappenas, Menteri Keuangan dan World Bank. Untuk komponen kedua, Communication and Monev, TOR untuk aktivitas kampanyenya saat ini sedang dikembangkan oleh World Bank dengan menggunakan dana 609. Sementara itu, untuk komponen ketiga, adalah supply side activity, salah satunya adalah pengadaan training yang ditujukan kepada tenaga medis, fasilitator dan tenaga sanitasi. Pilot project untuk training ini akan dilaksanakan di Nusa Tenggara Barat (NTB), pada bulan September 2012 mendatang. Selanjutnya, jelas Pak Lukita, untuk perkembangan dari program Green Prosperity akan dilakukan di 12 provinsi di Indonesia, yaitu Jambi, Sumatera Barat, Riau, Bengkulu, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Nusa Tengga Barat dan Nusa Tenggara Timur. Kemajuan yang telah dicapai program ini menyangkut persiapan draft operation manual dan investment criteria, QFR draft dan rencana implementasinya serta draft project management consultant untuk tingkat nasional. (ED/Bappenas)




Unduh Dokumen