Working Group Meeting JKT Sewerage Zone-1 Public Private Partnership-Feasibility Study (PPP-FS) dengan tema Preparatory Survey For PPP Infrastructure Project Sewage Treatment Plant Project in DKI Jakarta yang diselenggarakan di Ruang SS Gedung Bappenas, Kamis (21/6) merupakan studi proyek yang kedua dari tiga proyek pada tahun ini. Demikian disampaikan Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Kementerian PPN/Bappenas, Dr. Ir. Dedy Supriadi Priatna, MSc pada rapat tersebut. “Semoga dapat diimplemantasikan sebagai proyek PPP oleh pemerintah pusat di Indonesia,” ucap Pak Dedy.
Lebih lanjut, pak Dedy mengatakan bahwa meski proyek tersebut adalah proyek di DKI Jakarta, akan tetapi pemerintah pusat siap memberikan dukungan untuk proyek ini sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Rencananya, proyek yang akan didanai pinjaman Japan International Cooperation Agency (JICA) ini akan dilaksanakan pada 2015-2025. Diperkirakan, pada 2016, kecepatannya rata-ratanya mencapai 6,039m3/hari dan pada 2018 79,926m3/hari. Area yang termasuk di dalamnya adalah Pejagalan, Muara Angke, Sunter, Marunda, Duri Kosambi, Srengseng, Waduk Ulujami, Taman Bendi, Ragunan, Waduk Kampung Dukuh, dan Waduk Ceger. Untuk Zona-1, dibagi atas utara (Jl. Sudirman), timur, dan barat (Jl. M.H. Thamrin) yang mengombinasikan proyek Mass Rapid Transit (MRT) di area tersebut.
Prosedur pengembangannya adalah optimalisasi kelayakan proyek. Kecepatan aliran masuk Wastewater Treatment Plant (WWTP) berdasar pada kemajuan interkoneksinya dengan perumahan . Lambatnya pertumbuhan aliran konstruksi limbah ke WWTP adalah halangan terbesar. Untuk menghindari akibat-akibat yang merugikan, diajukanlah proposal PPP-FS ini. Targetnya, pada 2020 nanti sudah diterapkan sebanyak 20%.



Lainnya