Terdapat beberapa isu strategis dalam ASEAN Connectivity. Pertama, upaya membangun sistem jaringan jalan yang disebut dengan ASEAN Highway Network yang dikerjakan oleh Dirjen Bina Marga, Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Kedua, pembangunan jalur kereta api Kunming ke Singapura. Ketiga, pembangunan transportasi kelautan yang dikerjakan oleh Kementerian Perhubungan. Keempat, membangun sistem transportasi antarmoda untuk mengembangkan pusat transportasi ASEAN di daerah Asia Timur. Kelima, mempercepat pengembangan infrastruktur ICT dan layanan-layanannya di tiap negaradi ASEAN. Keenam, mengupayakan ketahanan energi pada proyek-proyek infrastrukur.

Demikian disampaikan Direktur Transportasi Kedeputian Bidang Sarana dan Prasarana Kementerian PPN/Bappenas, Ir. Bambang Prihartono, MSCE pada Rapat Persiapan Tim Koordinasi Nasional MPAC untuk Physical Connectivity.

“Isu-isu strategis tersebut menunjukkan bahwa aktivitas seiring yang dilakukan negara-negara ASEAN,” jelas Pak Bambang dalam yang diselenggarakan di Ruang Serba Guna Gedung Bappenas, Kamis (7/6) tersebut.

Konektivitas fisik membutuhkan peningkatan infrastruktur publik dan fasilitas logistik, serta harmonisasi hukum kerja dan memelihara budaya inovasi.

Di Indonesia, yang termasuk dalam proyek-proyek prioritas adalah penyelesaian ASEAN Highway Network (AHN) dan rute angkutan transportasi, interkoneksi Melaka-Pekan Baru dan Kalimantan Barat-Serawak, serta Masterplan penentuan jaringan pelayaran dan pelayaran pendek kelautan.

“Untuk proyek-proyek tersebut, perlu rekomendasi rencana tindak lanjut agar menjadi masukan bagi aktivitas yang sedang dilakukan saat ini dan untuk menyiapan rencana aksi untuk masa yang akan datang,” ucap Pak Bambang.