IV. PETUNJUK PENGISIAN DAFTAR ISIAN BUKU BIRU
|
A. UMUM |
|
|
01. Nama Proyek |
Nama proyek harus mampu memberikan gambaran tujuan, kegiatan dan ruang lingkup proyek, termasuk dalam memberikan gambaran lokasi yang memperoleh manfaat atas proyek, namun tetap harus singkat. Contoh : Rehabilitation of Bengkulu Hospital Project. Nama proyek harus mencerminkan pula pertimbangan aspek kewilayahan dan keruangan. Contoh : South Java Flood Control; Sulawesi Agricultural Development Project. |
|
02. Jenis Bantuan |
|
| 03. Status Pengusulan |
Pilih salah satu dari jawaban yang tersedia |
| 04. Instansi Penanggung Jawab (Executing Agency) |
Adalah Departemen/Lembaga/Unit Eselon I yang bertanggung jawab terhadap pengelolaan proyek dalam rangka pencapaian tujuan proyek. |
|
05. Instansi Pelaksana |
Adalah instansi yang melaksanakan proyek sesuai dengan ruang lingkup proyek. Apabila suatu proyek dilaksanakan oleh beberapa instansi pelaksana, baris sebelah atas diisi dengan instansi pelaksana utama yang melaksanakan proyek dengan porsi pembiayaan terbesar, baris di bawahnya diisi dengan instansi lain dengan masing-masing porsi pembiayaannya. Persentase biaya dihitung terhadap total biaya proyek . |
|
06. Lokasi proyek dan perkiraan |
Sebutkan lokasi (tingkat propinsi) di mana proyek akan dilaksanakan. Dalam hal proyek memiliki beberapa lokasi (propinsi), sebutkan alokasi biaya untuk tiap-tiap lokasi tersebut. Persentase biaya dihitung di tiap lokasi terhadap total biaya proyek . |
|
B. GAMBARAN PROYEK |
|
|
07. Latar belakang usulan proyek. |
Merupakan penjelaskan tentang alasan-alasan diperlukannya proyek tersebut meliputi antara lain latar belakang kebutuhan dan permasalahan yang akan dipecahkan dalam kaitannya dengan upaya pencapaian sasaran Repelita VI. Uraian di sini lebih banyak bertujuan untuk memberi penjelasan kepada calon donor, sehingga perlu diuraikan secara singkat, jelas dan menarik (ditulis dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris). |
|
08. Tujuan Proyek |
Merupakan penjelasan tentang tujuan yang akan dicapai setelah kegiatan proyek selesai dalam rangka memecahkan permasalahan-permasalahan yang dikemukakan dalam latar belakang dan alasan diusulkannya proyek. Tujuan tersebut bisa merupakan tujuan jangka panjang, jangka menengah, jangka pendek atau tujuan yang sifatnya spesifik. Usahakan agar uraian tersebut dapat ditampung dalam ruang yang disediakan (ditulis dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris). |
| 09. Kegiatan Proyek | |
| a. Jenis kegiatan proyek | Bisa diisi lebih dari satu |
| b. Uraian kegiatan utama proyek |
Merupakan penjelasan singkat namun terperinci mengenai ruang lingkup kegiatan beserta volume kegiatan proyek (ditulis dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris). Uraian harus mampu menggambarkan kesesuaiannya dengan nilai proyek. |
| 10. Program |
|
| 11. Tema utama proyek |
Tandai pada salah satu pilihan yang paling sesuai dengan tujuan proyek. |
|
12. Waktu Pelaksanaan |
Rencana saat dimulainya pelaksanaan proyek dan perkiraan saat berakhirnya pelaksanaan proyek tersebut (bulan dan tahun). |
| 13. Kandungan Lokal |
Diisi dengan perkiraan persentase kandungan lokal untuk setiap jenis kegiatan proyek (sesuai isian no. 10a) terhadap total biaya tiap-tiap jenis kegiatan tersebut. |
|
14. Proyek/bantuan teknis terkait |
Diisi dengan nama proyek dan nomor ID proyek-proyek yang langsung terkait dengan proyek yang diusulkan, baik yang bersama-sama diusulkan maupun yang berasal dari Buku Biru tahun-tahun sebelumnya. |
| C. PEMBIAYAAN PROYEK | |
|
15. Total Biaya Proyek |
Total biaya adalah keseluruhan biaya, baik untuk pembelanjaan barang dan jasa dari luar negeri (Foreign Exchange Cost) maupun untuk pembelanjaan barang dan jasa di dalam negeri (Local Cost), termasuk pajak-pajak, yang dibutuhkan untuk pelaksanaan proyek, yang dibiayai dari rupiah murni maupun pinjaman/hibah luar negeri. Perkiraan biaya tersebut dinyatakan dalam ekivalen USD. Diperinci ke dalam Foreign Exchange Cost dan Local Cost sesuai kolom yang tersedia, baik untuk usulan Bantuan Proyek maupun usulan Bantuan Teknis. |
| Apabila usulan proyek merupakan usulan Bantuan Teknis |
Perincikan total biaya proyek ke dalam komponen-komponen biaya untuk : tenaga ahli, pendidikan/pelatihan, pembelian peralatan dan lain-lain. Untuk tenaga ahli dan pendidikan/pelatihan sebutkan jumlah orang-bulannya (man-month). |
| 16. Jumlah PHLN yang diharapkan | |
|
Isikan perkiraan kebutuhan total pinjaman atau hibah untuk pelaksanaan proyek, baik hibah, pinjaman lunak maupun kredit ekspor. Isikan perincian kebutuhan PHLN untuk masing-masing jenisnya. |
|
Merupakan isian penjelasan mengenai alasan diusulkannya jenis bantuan tersebut untuk pembiayaan proyek. |
|
Beri tanda [X] pada salah satu pilihan atau kedua-duanya. |
| 17. Dana Pendamping |
Isikan perkiraan jumlah dan sumber dana pendamping dari rupiah murni yang diperlukan, yang dapat disediakan oleh Departemen/Lembaga/BUMN/BUMD maupun Pemerintah Daerah (dalam ekivalen USD). Jumlah nilai pada no. 17 ditambah jumlah nilai pada no. 16 harus sama dengan total nilai proyek pada no. 15. |
| 18.Biaya Operasi dan Pemeliharaan | |
|
Isikan besarnya perkiraan biaya operasi dan pemeliharaan (dalam rupiah) yang diperlukan setiap tahun setelah proyek selesai. |
|
Beri tanda [X] pada pilihan asal sumber pembiayaan untuk biaya operasi dan pemeliharaan tersebut. |
|
D. KESIAPAN PROYEK |
|
|
19. Status Kesiapan Proyek |
|
|
Beri tanda [X] pada pilihan kotak yang sesuai dengan tahap perumusan Kerangka Acuan Kerja yang sudah dilaksanakan. |
|
Beri tanda [X] pada pilihan kotak yang sesuai dengan tahap studi kelayakan yang sudah dilaksanakan. |
|
Beri tanda [X] pada pilihan aspek-aspek yang perlu diteliti dan dianalisis untuk mengetahui kelayakan proyek. Berikan pula tanda [X] pada kolom berikutnya, jika telah dilakukan analisis terhadap aspek-aspek tersebut. |
| 20. Gambaran ukuran-ukuran kelayakan proyek. |
Yang dimaksud dengan ukuran kelayakan adalah ukuran-ukuran yang digunakan untuk memperlihatkan bahwa usulan proyek yang satu lebih bermanfaat atau lebih menguntungkan dibandingkan dengan usulan proyek yang lain, berdasarkan metode analisis tertentu (pilih dan isikan ukuran-ukuran yang dimungkinkan). |
|
Dalam hal analisis manfaat proyek menghasilkan ukuran-ukuran kuantitatif, isikan besaran-besaran IRR, NPV, Benefit/Cost Ratio, atau Break-even Point yang dihasilkan. |
|
Diisi dalam hal ukuran-ukuran kuantitatif pada pertanyaan 20.a tidak dimungkinkan diperoleh, gunakan ukuran-ukuran kuantitatif lain yang tetap dapat memperlihatkan gambaran manfaat atau kelayakan proyek. |
|
Dalam hal manfaat atau kelayakan proyek tidak dapat diperlihatkan dengan ukuran-ukuran yang bersifat kuantitatif, jelaskan ukuran kualitatif yang mendasari dipilihnya proyek dan mengapa tidak dapat dilakukan analisa kuantitatif. |
| E. SUMBER PEMBIAYAAN | |
|
21. Inisiatif usulan proyek |
Beri tanda [X] pada pilihan yang tersedia. |
| 22. Lembaga/Negara yang berminat |
Beri tanda [X] pada pilihan yang tersedia. Apabila sudah ada pembicaraan dengan calon pemberi PHLN yang berminat, walaupun usulan proyek belum diusulkan secara resmi oleh Bappenas, sebutkan negara/lembaga yang dimaksud. |
| 23. Apakah sudah termasuk dalam rencana pembiayaan penyedia PHLN |
Beri tanda [X] pada pilihan yang tersedia. Usulan proyek dapat dikategorikan masuk dalam program penyedia PHLN apabila sudah diusulkan secara resmi oleh Bappenas kepada penyedia PHLN dan disepakati untuk ditindaklanjuti. Cantumkan pula tahun dimana dana PHLN akan disediakan. |
| 24. Tahapan persiapan yang sudah dilakukan oleh penyedia PHLN |
Beri tanda [X] pada pilihan yang tersedia. (Isian khusus untuk usulan yang sudah termasuk dalam program penyedia PHLN). |
| 25. Penutupan Biaya (Cost Recovery) | Beri tanda [X] pada pilihan sifat pembiayaannya. Yang dimaksud dengan Penutupan Biaya sepenuhnya yaitu apabila seluruh pembiayaan proyek dapat ditutup dengan pendapatan yang diperoleh setelah proyek selesai. |
Membuat Komentar