
Senin (23/07) Deputi Bidang Sarana dan Prasarana, Dr. Ir. Dedy Supriadi Priatna, MSc, telah menerima kunjungan delegasi parlemen Bundes Republik Jerman yang dipimpin oleh Parliamentary Secretary of State, Mr. Jan Muncke. Delegasi ini juga mewakili Federal Ministry of Transport, Building and Urban Development. Karena delegasi ingin mengetahui lebih banyak tentang permasalahan infrastrukur, khususnya transportasi, maka delegasi selain berkunjung ke Kementerian PPN/Bappenas juga akan berkunjung ke Kementerian Perhubungan dan Kementerian Pekerjaan Umum. Deputi Bidang Sarana dan Prasarana didampingi oleh Direktur Transportasi, Ir. Bambang Priahartono, MSCE. Pertemuan diadakan di Ruang Rapat Sesmen PPN dan berlangsung dari pukul 15.10 sampai dengan pukul 14.05 WIB.
Mr. Jan Muncke, setelah memperkenalkan para anggota delegasinya menjelaskan bahwa di Kementerian Tranport Jerman masalah investasi ditangani secara khusus oleh suatu bagian. Mr. Muncke selanjutnya menyampaikan bahwa tujuan kunjungannya ke Bappenas adalah untuk mengetahui lebih dalam tentang kegiatan pembangunan transportasi dan berbagai kebijakan pemerintah Indonesia tentang pembangunan transportasi. Beberapa aspek yang ingin ia tanyakan menyangkut hubungan pemerintah dan swasta dalam pembangunan transportasi dan bagaimana kebijakan pemerintah tentang tarif jalan tol, apakah dapat ditentukan oleh investor swasta ataukah oleh pemerintah? Mr. Muncke mengemukakan juga bahwa saat ini investasi Jerman dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia lebih terfokus di bidang perkeretaapian dan bahwa Jeman ingin mengetahui peluang investasi di luar bidang keretaapian.
Deputi Bidang Sarana dan Prasarana terlebih dahulu menjelaskan bahwa pembangunan transportasi ada yang dilakukan langsung oleh pemerintah dan ada yang dilakukan oleh swasta melalui skim PPP. Untuk proyek PPP, daftar proyek yang terbuka dimuat di dalam PPP Book sedangkan proyek yang menggunakan dana luar negeri wajib terlebih dahulu dicantumkan dalam Blue Book.
Deputi Bidang Sarana dan Prasarana selanjutnya menjelaskan beberapa kegiatan pembangunan transportasi yang sedang dirancang dan yang sudah mulai berjalan, yaitu antara lain Surabaya Regional Railway, Electric Railcar Jabodetabek, Metropolitan Transport System di 6 kota besar, Sea Traffic Surveillance Equipment (yang telah diminati antara lain Jepang, China dan Spanyol, sedangkan belum ada peminat dari Jerman), High Speed Train Surabaya-Jakarta, Railway to Airport Project, Vessel Traffic Surveillance (yang dibutuhkan 400 sedang yang ada baru 15), dan New Generation Ferry Vessels. Untuk yang terakhir ini, Jerman, khususnya dengan kunjungan Chanchellor Angela Merckel ke Indonesia pada tanggal 11 Juli yang lalu, telah diafirmasi penyediaannya dengan kapasitas 1200 penumpang plus kargo. Mengenai kebijakan di bidang transpor yang ditanyakan Mr. Muncke, Deputi Bidang Sarana dan Prarana menjelaskan bahwa tarif transpor, khususnya toll, ditetapkan pemerintah yang dapat dinaikkan sesuai dengan perkembangan laju inflasi.
(Biro Humas dan TU Pimpinan)
Membuat Komentar