
Senin (16/07) Menteri Negara PPN/Kepala Bappenas, Prof. Dr. Armida S. Alisjahbana, telah menerima kunjungan Honorable Senator Bob Carr, Menteri Luar Negeri Australia, yang disertai oleh Duta Besar Australia untuk ASEAN, HE Julian Bird, dan Duta Besar Australia untuk Indonesia, HE Gregg Moriarty. Menteri Negara PPN didampingi oleh Deputi Bidang Sarana dan Prasarana, Dr. Ir. Dedy Supriadi Priatna, MSc, Deputi Bidang Pendanaan Pembangunan, Ir. Wismana Adi Suryabrata, dan Deputi Bidang Sumber Daya Manusia dan Kebudayaan, Dra Nina Sardjunani, MA. Pertemuan diadakan di Ruang Tamu Menteri dan berlangsung dari pukul 15.20 sampai dengan pukul 16.05 WIB. Pertemuan ini dilanjuti dengan Konferensi Pers yang diadakan di Ruang Serba Guna 1-2 dan berlangsung dari pukul 16.10 sampai dengan pukul 16.45 WIB.
Pada pertemuan antara Menlu Australia dan Menteri Negara PPN/Kepala Bappenas, kedua belah pihak menunjuk pada pertemuan kepala pemerintahan kedua negara, yaitu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Perdana Menteri Julia Gillard di Darwin pada tanggal 3 Juli, 2012, yang hasilnya dituangkan dalam sebuah Joint Communique. Pertemuan hari ini di Bappenas merupakan salah satu tindak lanjut dari pertemuan tingkat tinggi tersebut.
Honorary Senator Bob Carr menyampaikan bahwa selama kunjungannya ini ia sangat terkesan dengan upaya Indonesia, dalam rangka kerjasama pembangunan dengan Australia, untuk menanggulangi masalah HIV-Aids, ketergantungan pada narkoba, dan kegiatan masyarakat di daerah Yogjakarta untuk pulih dari dampak meletusnya gunung Merapi, khususnya melalui program PNPM.
Menteri Negara PPN, menanggapi Menlu Australia, mengatakan bahwa PNPM merupakan salah satu klaster yang efektif untuk menanggulangi kemiskinan. Menteri Negara PPN juga mengakatan bahwa penanggulangan kemiskinan merupakan salah satu komitmen Indonesia baik dalam rangka strategi pembangunan Indonesia maupun dalam rangka pencapaian MDGs pada tahun 2015. Menteri mengatakan bahwa hampir semua MDGs telah ‘on-track’ kecuali penurunan kematian ibu melahirkan (maternal mortality rate). Deputi Bidang SDM dan Kebudayaan menambahkan bahwa Indonesia juga sedang berupaya untuk mengurangi dampak berantai dari ‘malnutrition-stunted growth-vulnerability to communicable diseases’ diantara balita dibeberapa daerah, khususnya di NTT di mana tingkat prevalensinya sekitar 50%. Honorable Senator Bob Carr menyampaikan terima kasihnya atas informasi ini yang menurutnya telah memperdalam pemahamannya tentang berbagai dimensi pembangunan kesehatan di Indonesia.
Pada akhir pertemuan, Menteri Negara PPN yang digarisbawahi oleh Menlu Australia menunjuk pada dua inisiatif barru dalam kerjasama pembangunan Indonesia-Australia, yaitu yang menyangkut, pertama program ‘Empowering Indonesian Women for Poverty Reduction’, dan kedua, ‘Knowledge Sector Initiative Program’.
Membuat Komentar