Tema pembangunan nasional 2013 adalah memperkuat perekonomian domestik bagi peningkatan dan perluasan kesejahteraan rakyat. Di dalamnya terdapat empat isu strategis, yaitu peningkatan daya saing, peningkatan daya tahan ekonomi, peningkatan dan perluasan kesejahteraan rakyat, serta pemantapan stabilitas politik.
“Isu-isu strategis tersebut akan dilaksanakan melalui kegiatan-kegiatan pada prioritas nasional terkait,” jelas Menteri Negara PPN/Kepala Bappenas, Prof. Dr. Armida S Alisjahbana, MA saat menyampaikan ceramahnya dalam acara Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan (Diklatpim) Tingkat I Angkatan Tahun 2012 dengan tema “Sistem Kebijakan Pembangunan” di Gedung Lembaga Administrasi Negara (LAN) Jakarta (11/6).
Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) berupaya menjaga stabilitas makro ekonomi, mendorong percepatan pertumbuhan sektor riil, memperbaiki iklim investasi baik di sektor keuangan maupun sektor riil (Prioritas 7), mempercepat dan memperluas pembangunan infrastruktur (Prioritas 6), menguatkan skema kerja sama pembiayaan investasi dengan swasta (Prioritas 6), ketahanan energi (Prioritas 8), ketahanan pangan (Prioritas 5), reformasi birokrasi dan tata kelola (Prioritas 1), meningkatkan sumber daya manusia (SDM) dan inovasi teknologi (Prioritas 2 dan 11), serta prioritas lainnya seperti bidang perekonomian, dan bidang politik, hukum dan keamanan (polhukam).
Sementara itu, Masterplan Percepatan dan Perluasan Pengurangan Kemiskinan Indonesia (MP3KI) meliputi pertama, program penanggulangan kemiskinan eksisting yang pada Klaster I berupa bantuan dan jaminan sosial, Klaster II adalah pemberdayaan masyarakat, Klaster III tentang Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (KUMKM), dan Klaster IV adalah program prorakyat. Program kedua adalah transformasi perlindungan sosial dan bantuan sosial. Ketiga, pengembangan livelihood, pemberdayaan, akses berusaha & kredit, dan pengembangan kawasan berbasis potensi lokal.
Dalam pencapaiannya, saat ini Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) diperkirakan menurun dari 6,32 persen pada Februari 2012, menjadi 5,8 – 6,1 persen tahun 2013. Penurunan ini dengan asumsi bahwa pertumbuhan ekonomi 6,8 - 7,2 persen, akan dapat menyerap tenaga kerja sekitar 2,5 – 2,7 juta. Angkatan kerja diperkirakan bertambah 2,2 – 2,5 juta, sehingga jumlah pengangguran menurun menjadi 7,2 - 7,4 juta.
“Baik MP3EI maupun MP3KI, keduanya terintegrasi dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2013,” pungkas Ibu Armida.



Lainnya