
Rabu (06/06) Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Prof. Dr. Armida S. Alisjahbana, telah menerima kunjungan HE Heikki Holmas, Menteri Pembangunan Internasional, yang disertai HE Elvind S. Homme, Duta Besar Norwegia untuk Indonesia. Pada pertemuan ini, Menteri Negara PPN didampingi oleh Deputi Bidang Pendanaan Pembangunan, Ir. Wismana Adi Suryabrata, MIA, dan Deputi Sumber Daya Alam LH, Dr. Ir. Endah Murniningtyas, MSc. Pertemuan diadakan di Ruang Tamu Menteri dan berlangsung dari pukul 10.35 sampai dengan pukul 11.20 WIB.
Menteri Negara PPN mengatakan bahwa kerjasama Indonesia-Norwegia telah berjalan dengan baik yang tidak hanya meliputi pelaksanaan REDD Plus tetapi juga bidang-bidang lain, khususnya bidang dalam mana Norwegia mempunyai comparative advantage, seperti perikanan.
HE Heikki Holmas mengatakan bahwa Indonesia mempunyai peranan penting dalam upaya global untuk menanggulangi dampak climate change. Dalam kaitan ini, katanya, masyarakat dunia sangat menghargai komitmen yang disampaikan Presiden SBY untuk menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 26 % pada tahun 2020. Tujuan kunjungannya ke Bappenas adalah untuk menanyakan seberapa jauhkah kemajuan yang telah diupayakan Indonesia untuk mencapai suatu green economic growth ?
Menteri Negara PPN memberi penjelasan ringkas tentang perkembangan RAN-GRK, RAD-GRK, dan kegiatan Satgas REDD Plus, dalam mana Kementerian PPN diwakili oleh Wamen PPN. Menteri Negara PPN juga menjelaskan kebijakan terkait, khususnya kebijakan RUTR, dan upaya untuk menyususn peta yang komprehensif dan tidak tumpang tindih.
HE Heikki Holmas lalu mengajukan beberapa pertanyaan kepada Menteri Negara PPN, yaitu: apa saja tantangan pembangunan yang dihadapi Indonesia; bagaimana distribusi pendapatan di Indonesia ? ; apakah Indonesia akan mengikuti pertemuan Rio bulan ini?; mengingat Eropa sedang menghadapi krisis ekonomi saat ini, berdasarkan pengalaman Indonesia, apakah nasehat yang dapat diberikan Menteri Negara PPN kepada negara-negara Eropa ?
Menteri Negara PPN dalam menjawab pertanyaan Menteri Pembangunan Internasional Norwegia mengatakan bahwa suatu tantangan adalah pelaksanaan kebijakan strategis yang prudent yang akan mempunyai dampak positif pada capital flow, meningkatkan kemampuan pertumbuhan ekonomi domestik, menurunkan tingkat pengangguran, ketika ekonomi dunia tidak terlalu kondusif. Beberapa kebijakan yang ditempuh pemerintah, adalah menurunkan pengangguran, menaikkan upah mininmum tanpa mengabaikan upaya untuk menaikkan produktivitas. Mengenai distribusi pendapatan, Menteri Negara PPN mengatakan bahwa terus diupayakan mobilitas antara yang berpendapatan menengah, tinggi dan rendah. Mengenai pertemuan Rio bulan ini, Menteri Negara PPn menjawab bahwa Bappenas akan diwakili oleh Deputi Bidang SDA dan Lingkungan Hidup.
Mengenai pertanyaan Menteri Pembangunan Internasional Norwegia tentang nasehat apa yang dapat diberikan Menteri PPN kepada negara-negara Eropa untuk mengatasi krisis yang sedang dihadapi, Menteri Negara PPN menjawab bahwa, berdasarkan pengalaman Indonesia, suatu langkah awal yang harus dilakukan adalah untuk mengadakan reformasi/restrukturisasi. Hal ini, menurut Menteri PPN, karena adanya suatu krisis menandakan adanya suatu permasalahan yang harus terlebih dahulu ditangani secara fundamental walaupun awalnya terasa berat.
Membuat Komentar