
Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Prof. Dr. Armida S. Alisjahbana, telah menerima kunjungan kehormatan (courtesy call) Mr. Thomas F. Hurley, Deputy Vice President of Compact Operations for Europe, Asia, Pacific, and Latin America. Pada pertemuan ini, Menteri Negara PPN didampingi oleh Sesmen PPN/Sestama Bappenas, Dr. Slamet Seno Adji, MA, Ir. Syahrial Loetan, MCP, dan Direktur Energi, Telekomunikasi, dan Informatika, Ir. Jadhie Judodiniar Ardajat, MSI. Pertemuan diadakan di Ruang Tamu Menteri dan berlangsung dari pukul 18.40 sampai dengan pukul 19.20 WIB.
Thomas F. Hurley menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada Menteri Negara PPN atas kesediaanya untuk menyediakan waktu. Thomas F. Hurley selanjutnya mengatakan bahwa tujuan kunjungannya adalah sebagai tindak lanjut dari Grant Agreement (GA) on MCC Compact yang ditandatangani oleh Menteri Keuangan Agus Martowardoyo dari pihak pemerintah Indonesia dan Menteri Luar Negeri Hillary G. Clinton dari pihak pemerintah Amerika Serikat, pada tanggal 19 Nopember, 2011, disela-sela KTT ASEAN di Nusa Dua, Bali. Akan dimulainya Program MCC Compact ini menandakan telah berhasilnya Indonesia meningkat dari Program MCC Threshold.
Sesuai dengan semangat Jakarta Commitment, maka menjelang penandatanganan MCC Compact GA (fase persiapan) telah disusun usulan kegiatan yang sesuai dengan prioritas pembangunan Indonesia. Hasil dari formulasi beberapa kegiatan pokok ini lalu dinegosiasikan dengan MCC, dan kesepakatan dari negosisasi ini menjadi landasan bagi dimulainya fase implementasi. Tiga kegiatan pokok yang akan dilaksanakan adalah : 1. Bidang governance improvement, khususnya tentang pengadaan barang dan jasa publik; 2. Bidang kesehatan, khususnya untuk memperbaiki nutrisi dari anak sejak dalam kandungan sampai berumur dua tahun. Usia anak yang demikian dianggap paling menentukan postur fisik dan kemampuan kognitif anak sampai menjadi dewasa, sehingga akan sangat menentukan kualitas/produktivitas tenaga kerja Indonesia; 3. Bidang Green Prosperity yang ditujukan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif. Menurut Thomas F. Hurley, pelaksanaan yang efektif dari Program MCC Compact dengan tiga bidang prioritas ini akan sangat diperhatikan oleh masyarakat internasional, dengan kemungkinan untuk direplikasi di berbagai negara.
Langkah-langkah implementasi yang masih harus dilakukan setelah penandatanganan GA Program MCC Compact antara lain adalah : proses mengisi personel yang menurut Mr. Hurley harus dilakukukan secara cermat untuk menjamin staf yang mempunyai kualifikasi yang tepat; pemenuhan persyaratan penggunaan dana CIF (Compact Into Force), yang akan memungkinkan dimulainya kegiatan persiapan sebelum EIF (Entry Into Force); pengadaan fiscal agent dan procurement agent; penetapan kantor kesekretariatan yang baru, yang menggunakan dana Rupiah murni; dan penyusunan PIA (Project Implementation Agreement) untuk ketiga kegiatan pokok tersebut.
Masih dalam rangka langkah-langkah yang masih perlu dilakukan, Mr. Hurley menyampaikan penghargaannya atas dukungan Menteri Negara PPN untuk memfinalisasi Peraturan Menteri PPN/Kepala Bappenas tentang pembentukan LWA (Lembaga Wali Amanat/Trust Fund Institution) untuk Program Compact.
(Humas)
Membuat Komentar